
Pantau - Ekspor langsat dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang melonjak 701,3 persen sepanjang Januari–Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kepala Bea Cukai Jagoi Babang, Arman Tarmidzi, mengatakan nilai devisa ekspor langsat pada Januari–Agustus 2025 tercatat sekitar Rp799,79 juta.
Nilai tersebut meningkat menjadi sekitar Rp6,41 miliar pada periode Januari–Agustus 2026.
"Langsat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 701,3 persen," ungkap Arman.
Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya peluang pasar Malaysia bagi komoditas pertanian yang berasal dari wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Buah Naga dan Jeruk Juga Catat Kenaikan
Selain langsat, sejumlah komoditas pertanian lainnya mencatat pertumbuhan nilai ekspor tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai ekspor buah naga meningkat 176,1 persen, sedangkan jeruk tumbuh 140,7 persen dibandingkan Januari–Agustus 2025.
Menurut Arman, permintaan Malaysia terhadap sejumlah hasil pertanian dari wilayah perbatasan masih stabil dan cenderung meningkat.
Komoditas yang mendapatkan permintaan dari pasar Malaysia antara lain buah naga, langsat, jeruk, petai, dan berbagai jenis buah lokal.
"Hal ini tercermin dari frekuensi dan volume pengiriman yang terus berjalan melalui PLBN Jagoi Babang," kata Arman.
Bea Cukai Jagoi Babang menilai peluang ekspor komoditas lokal Kalimantan Barat masih terbuka, termasuk bagi sejumlah hasil pertanian dan perkebunan yang belum dipasarkan secara resmi ke luar negeri.
Bea Cukai Dampingi Pelaku Usaha Lewat Klinik Ekspor
Pengembangan komoditas ekspor masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya pemahaman pelaku usaha mengenai prosedur ekspor.
Legalitas usaha, pemenuhan standar kualitas produk dan kemasan, serta kontinuitas pasokan juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan untuk memperluas pasar ekspor.
Bea Cukai Jagoi Babang terus memberikan asistensi kepada pelaku usaha potensial melalui sosialisasi prosedur ekspor dan pendampingan pengurusan dokumen.
Pendampingan tersebut antara lain dapat diperoleh melalui layanan Klinik Ekspor yang disediakan Bea Cukai Jagoi Babang.
Bea Cukai juga menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkayang, dinas terkait, serta berbagai instansi untuk memetakan komoditas unggulan baru yang berpotensi dipasarkan ke luar negeri.
Kerja sama antarlembaga turut diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha di Bengkayang dengan calon pembeli di Malaysia.
"Kami juga bersinergi dengan Pemkab Bengkayang, dinas terkait dan instansi lainnya untuk memetakan komoditas unggulan baru serta mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli di Malaysia," ungkap Arman.
- Penulis :
- Arian Mesa




