
Pantau - Self-care atau perawatan diri menjadi kebiasaan penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental melalui langkah sederhana seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan sehat, rutin bergerak, menjaga kebersihan, dan menyediakan waktu untuk beristirahat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk meningkatkan serta menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan menghadapi kondisi sakit dengan atau tanpa dukungan tenaga kesehatan.
Kesibukan dalam pekerjaan, memenuhi kebutuhan keluarga, dan berbagai aktivitas sehari-hari dapat membuat seseorang kurang memberikan perhatian terhadap kebutuhan tubuh dan pikirannya.
Praktik self-care tidak selalu membutuhkan biaya seperti pergi ke salon atau berlibur karena berbagai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga termasuk bentuk perawatan diri.
Self-Care Bantu Kenali Kondisi Tubuh
Perawatan diri dapat dimulai dengan memberikan perhatian terhadap kondisi tubuh sebelum muncul rasa lelah atau gangguan kesehatan.
Tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, rutin bergerak, menjaga kebersihan, dan menghindari kebiasaan berisiko merupakan sejumlah langkah yang dapat diterapkan setiap hari.
WHO juga memasukkan pola hidup sehat dan kebiasaan sehari-hari tersebut sebagai bagian dari praktik perawatan diri.
Selain melakukan pencegahan, seseorang dapat lebih aktif memahami kondisi kesehatannya, misalnya dengan memantau tekanan darah atau kadar gula darah sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Pendekatan tersebut dapat meningkatkan kemandirian seseorang dalam mengelola kesehatan, tetapi tindakan mandiri tetap harus didasarkan pada informasi yang tepat dan tidak menggantikan bantuan tenaga kesehatan ketika diperlukan.
Menjaga Kesehatan Mental Tak Kalah Penting
Self-care juga mencakup upaya menjaga kesehatan mental dengan memberikan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, menjaga hubungan dengan orang terdekat, serta mengatur aktivitas agar tidak terlalu melelahkan.
Namun, perawatan diri bukan berarti seluruh masalah kesehatan mental dapat ditangani sendiri karena bantuan tenaga profesional tetap diperlukan apabila seseorang mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan.
WHO menegaskan praktik perawatan diri berfungsi sebagai pelengkap layanan kesehatan dan bukan sebagai penggantinya.
Perawatan Diri Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Praktik self-care tidak harus mahal karena dapat dilakukan dengan tidur lebih teratur, berjalan kaki, mengurangi waktu di depan layar, membaca buku, menjalankan hobi, atau mengambil jeda dari rutinitas.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dinilai lebih penting dibandingkan melakukan perubahan besar dalam waktu singkat tetapi sulit dipertahankan.
Menjaga diri juga bukan berarti mengabaikan pekerjaan, keluarga, maupun tanggung jawab lainnya, melainkan membantu menjaga kondisi tubuh dan pikiran agar seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Kunci perawatan diri adalah mengenali kebutuhan pribadi, mempertahankan kebiasaan sehat, serta mencari pertolongan profesional ketika dibutuhkan.
- Penulis :
- Gerry Eka




