
Pantau - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diharapkan bertransformasi menjadi citizen-centric hub yang profesional dan adaptif untuk memperkuat komunikasi pemerintah agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Konsultan Komunikasi Senior REQComm Strategic Consultant Retno Kusumastuti menilai transformasi tersebut perlu didukung sistem komunikasi krisis yang terintegrasi dengan kementerian dan pemerintah daerah.
"Didukung oleh SOP (prosedur operasional standar) diseminasi krisis yang terintegrasi secara real-time dengan humas kementerian dan daerah tanpa menunggu instruksi berlapis," kata Retno dalam keterangan di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Menurut Retno, komunikasi publik pada era modern tidak sekadar memastikan informasi tersampaikan, tetapi juga harus membuat kebijakan dapat dipahami, dipercaya, dan diterima masyarakat tanpa menimbulkan gesekan psikologis di tingkat akar rumput.
Ia menilai penguatan peran praktisi hubungan masyarakat atau public relations (PR) profesional di Bakom dapat menjadi fondasi untuk mentransformasi komunikasi pemerintah.
"Praktisi PR adalah bridge builder atau pembangun jembatan. Tugas utama mereka bukan sekadar membagikan informasi mentah, melainkan menerjemahkan regulasi teknis, kebijakan ekonomi atau data yang rumit menjadi narasi yang relate, membumi, dan mudah dicerna oleh masyarakat awam tanpa kehilangan substansi hukumnya," ucap Retno.
Komunikasi Pemerintah Perlu Lebih Membumi
Retno mengatakan komunikasi publik ideal perlu disampaikan secara nyaman tanpa memberikan kesan menggurui, defensif, atau menceramahi masyarakat.
"Ketika sebuah kebijakan dikemas dengan empati dan bahasa keseharian yang objektif, resistensi publik akan melunak secara organik sehingga stabilitas sosial-ekonomi tetap terjaga," katanya.
Menurut dia, kondisi sosial Indonesia membutuhkan kepekaan kultural tinggi karena masyarakat dipengaruhi dinamika kelompok, norma komunal, hingga sentimen kolektif di ruang digital.
"Masyarakat kita sangat dipengaruhi oleh dinamika kelompok, norma komunal, serta figur otoritas informal. Jika pemerintah datang dengan gaya komunikasi institusional yang dingin, elitis, dan kaku, pesan tersebut dipastikan akan mental di tingkat akar rumput," ujarnya.
Retno menilai keberhasilan komunikasi pemerintah bukan ditentukan oleh seberapa lantang negara berbicara kepada masyarakat, melainkan kemampuan pemerintah mendengarkan, menghargai, dan merumuskan kebijakan bersama rakyat.
Bakom Akan Padukan Strategi Komunikasi dengan AI
Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan sebelumnya mengatakan pihaknya akan mengombinasikan strategi komunikasi pemerintah dengan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat penyampaian pemikiran dan program Presiden Prabowo Subianto sehingga landasan kebijakan pemerintah dapat dipahami masyarakat secara luas.
"Karena yang paling susah ditangkap oleh rakyat itu adalah pikiran Presiden. Program oke, kemudian orang melihatnya, tapi pikiran?" kata Syahganda seusai dilantik di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Syahganda menilai pemikiran yang disampaikan Presiden Prabowo bersifat konstitusional sehingga penting diketahui seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka




