HOME  ⁄  Nasional

Korem 091 Gandeng Petani Cetak 5.000 Hektare Sawah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kaltim

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Korem 091 Gandeng Petani Cetak 5.000 Hektare Sawah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kaltim
Foto: (Sumber :Komandan Korem 091/ASN Brigjend TNI Anggara Sitompul. ANTARA/HO-Korem 091/ASN.)

Pantau - Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma menggandeng petani untuk memperluas lahan pertanian produktif hingga 5.000 hektare di Kalimantan Timur pada sisa tahun 2026 guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program tersebut melanjutkan pencetakan sawah seluas 1.200 hektare yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Komandan Korem 091/ASN Brigadir Jenderal TNI Anggara Sitompul mengatakan pencetakan sawah dilakukan untuk mendorong kemandirian pangan agar Kalimantan Timur mampu memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Korem Bangun Klaster Pertanian hingga Perikanan

Anggara mengatakan pelaksanaan program ketahanan pangan berpedoman pada lima prinsip “TNI Prima”, yakni profesional, integritas, responsif, adaptif, dan inisiatif.

“Prinsip ini menjadi pegangan bagi setiap prajurit dalam melaksanakan tugas di tempatnya masing-masing, sesuai fungsi dan jabatannya. Harapan kami, dengan berpegang pada TNI Prima, kami mampu memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kaltim,” ujar Anggara.

Korem 091/ASN juga mengaktifkan kompi produksi dengan membentuk klaster pertanian, peternakan, dan perikanan pada setiap satuan.

Klaster tersebut bermitra dengan pelaku usaha tani setempat untuk membangun sistem produksi dari hulu hingga hilir sehingga program dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Korem menilai bantuan pemerintah untuk sektor pertanian perlu menghasilkan dampak jangka panjang agar kegiatan produksi tetap berjalan setelah bantuan selesai diberikan.

Korem Bersinergi Tangani Karhutla di Kaltim

Selain memperkuat ketahanan pangan, Korem 091/ASN terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur.

Personel gabungan melakukan pemadaman titik api hampir setiap hari ketika karhutla dan kabut asap melanda sejumlah wilayah sejak Agustus hingga September 2026.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Anggara menyebut program ketahanan pangan dan kegiatan lainnya juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami selalu berupaya berbuat yang terbaik untuk rakyat. Di samping tugas mendukung Asta Cita, program internal kami tetap berjalan setiap tahun di wilayah demi mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Danrem.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026