
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 290 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu pertama Oktober 2026 dengan cabai merah dan cabai rawit menjadi salah satu penyumbang utama.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan perkembangan tersebut dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (5/10/2026).
"Ada 290 kabupaten kota yang mengalami IPH, kenaikan IPH sampai dengan kondisi di minggu pertama Oktober 2026," kata Ateng.
Biak Numfor Catat Kenaikan IPH Tertinggi
BPS mencatat sejumlah provinsi mengalami kenaikan IPH di atas 2 persen, antara lain Kalimantan Utara, Papua, Sumatera Barat, dan Sulawesi Barat.
Menurut Ateng, kenaikan IPH di sejumlah provinsi tersebut banyak dipengaruhi pergerakan harga cabai rawit dan cabai merah.
Berdasarkan kabupaten/kota, kenaikan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang mencapai sekitar 9,32 persen.
Kabupaten Mamuju Tengah di Sulawesi Barat mencatat kenaikan IPH sekitar 5 persen, sedangkan Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara mengalami kenaikan 4,61 persen.
Tekanan harga juga terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Jawa, termasuk Kabupaten Blitar dengan kenaikan IPH 2,55 persen serta Kota Batu dan Kabupaten Purbalingga yang mengalami kenaikan di atas 2 persen.
Di luar Jawa dan Sumatera, kenaikan IPH cukup tinggi juga terjadi di Mamuju Tengah dan Pasangkayu di Sulawesi Barat serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Harga Cabai Naik di Ratusan Daerah
Cabai merah menjadi salah satu komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan harga dengan tercatat naik di 292 kabupaten/kota pada minggu pertama Oktober 2026.
Cabai rawit juga mengalami kenaikan harga di 259 kabupaten/kota.
Selain cabai, BPS mencatat harga beras meningkat di 116 kabupaten/kota dan telur ayam ras mengalami kenaikan di 115 kabupaten/kota.
Harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan di 217 kabupaten/kota pada periode tersebut.
Ateng mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pangan perlu terus dipantau untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi ke depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




