
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan melalui pondok pesantren sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan menegaskan pembangunan wilayah tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penguatan berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen membangun kota yang tidak hanya berkembang dari sisi fisik, tetapi juga didukung penguatan kehidupan sosial, keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan,” kata Eka.
Pernyataan tersebut disampaikan Eka saat membuka Tabligh Akbar dan Festival Milad ke-70 Pondok Pesantren Al-Wathoniyah Ar-Raisiyah As-Su’udiyah di Masjid Jami Al-Baidlo, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Pemkot Dorong Sinergi Pemerintah dan Ulama
Menurut Eka, pembangunan yang mencakup aspek sosial, keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan membutuhkan sinergi antara pemerintah, ulama, tokoh agama, serta lembaga pendidikan.
Kerja sama berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan sekaligus memperkuat pembinaan terhadap generasi muda.
Eka menilai Festival Milad ke-70 Pondok Pesantren Al-Wathoniyah memiliki peran positif dalam mempererat hubungan dan silaturahmi di tengah masyarakat.
Festival tersebut juga menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kreativitas dan berbagai prestasi yang telah dicapai.
“Festival ini merupakan ruang positif untuk mempererat silaturahmi sekaligus menampilkan kreativitas dan prestasi para santri,” ungkap Eka.
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga mengapresiasi kontribusi Al-Wathoniyah dalam pembinaan keagamaan dan pendidikan generasi muda selama 70 tahun.
“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Al-Wathoniyah Ar-Raisiyah As-Su’udiyah atas penyelenggaraan Milad ke-70 ini,” ujar Eka.
Milad ke-70 Jadi Momentum Evaluasi
Eka menilai peringatan milad dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan lembaga sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menurut dia, perjalanan 70 tahun Al-Wathoniyah tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang masa lalu.
Peringatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana untuk melakukan evaluasi, memperkuat kebersamaan, dan meneguhkan komitmen dalam memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat dan bangsa.
Eka berharap Al-Wathoniyah terus berkembang serta meningkatkan kualitas kegiatan dakwah dan pendidikan.
“Semoga di usia ke-70 ini, Al-Wathoniyah semakin maju, berkualitas dalam dakwah dan pendidikan, serta melahirkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan mencintai tanah air,” kata Eka.
Pemkot Salurkan Santunan dan Bantuan
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Eka menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Bantuan dana dukungan dari Baznas Bazis Jakarta Timur juga diberikan kepada Pondok Pesantren Al-Wathoniyah Ar-Raisiyah As-Su’udiyah.
Eka berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Al-Wathoniyah dalam menjalankan pendidikan dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Sinergi pemerintah dengan lembaga pendidikan keagamaan diharapkan terus mendukung pembentukan generasi muda yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
- Penulis :
- Arian Mesa




