
Pantau - Direktur Pusat Regional untuk Biologi Tropis Asia Tenggara (SEAMEO BIOTROP) Prof Dr Edi Santosa menyebut konservasi biodiversitas menjadi salah satu prioritas regional karena ekspansi pertanian dan berbagai bentuk pembangunan meningkatkan tekanan terhadap lingkungan.
“Kondisi ekspansi pertanian dan berbagai bentuk pembangunan membuat pemerintah dan masyarakat menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan dan polusi,” kata Edi Santoso di Bogor, Selasa (6/10).
Edi menyebut Asia sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan biologis terbesar di dunia.
Meski hanya mencakup sekitar 30 persen wilayah dunia, Asia memiliki hampir 20 persen biodiversitas dunia, termasuk sejumlah hotspot biodiversitas global.
Menurut dia, kawasan tersebut juga memiliki lebih dari 17 negara megabiodiversitas, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Biodiversitas Harus Tetap Mendukung Kehidupan Masyarakat
Edi mengatakan tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan upaya mengembangkan biodiversitas, tetapi juga memastikan kekayaan hayati tetap mendukung kehidupan masyarakat secara berkelanjutan hingga generasi mendatang.
“Tantangan ini membutuhkan ilmu pengetahuan, pendidikan, inovasi, intervensi kebijakan, dan tentu saja kolaborasi regional yang kuat,” katanya.
SEAMEO BIOTROP mengambil peran dalam menjembatani kebutuhan tersebut melalui penelitian, pendidikan, peningkatan kapasitas, serta kerja sama regional.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan The 5th International Conference on Tropical Biology di IPB International Convention Center (IPB ICC), Bogor, Senin (5/10).
SEAMEO BIOTROP Dorong Pengelolaan Biologi Tropis
SEAMEO BIOTROP merupakan pusat regional di bawah SEAMEO yang didirikan pada 1968.
Lembaga tersebut memiliki mandat utama untuk berkontribusi terhadap pengembangan dan pengelolaan biologi tropis secara berkelanjutan di Asia Tenggara.
Kegiatannya berfokus pada penelitian, peningkatan kapasitas dan pelatihan, serta penyebarluasan pengetahuan dan informasi mengenai biologi tropis.
SEAMEO BIOTROP juga berupaya menghasilkan dan membagikan pengetahuan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memfasilitasi kerja sama regional, serta mendukung pengelolaan sumber daya hayati tropis dan biodiversitas secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




