
Pantau - Empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) dan menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh kelompok perompak di Somalia akhirnya kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa malam.
Berdasarkan pantauan di Terminal VVIP Bandara Soekarno-Hatta, keempat WNI tiba sekitar pukul 18.41 WIB setelah menjalani perjalanan panjang seusai keluar dari penahanan kelompok perompak.
Keempat WNI tersebut adalah Ashari Samadikun yang bertugas sebagai kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, serta Adi Faizal sebagai 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Dua WNI lainnya adalah Wahudinanto yang bertugas sebagai Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah, dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.
Pemerintah Pastikan Pemulihan Kesehatan Korban
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyambut langsung keempat WNI saat tiba di bandara.
Sejumlah keluarga dan kerabat juga hadir menyambut kepulangan mereka setelah melewati insiden penyanderaan.
Pertemuan para korban dengan keluarga berlangsung dalam suasana haru, bahkan salah seorang orang tua WNI ABK tidak sadarkan diri setelah melihat anaknya kembali dengan selamat.
Sugiono mengatakan kepulangan empat WNI tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia.
Pemerintah juga memastikan pemulihan kondisi fisik dan mental para korban dapat berjalan secara optimal dengan perhatian khusus pada aspek kesehatan.
"Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik," kata Sugiono.
Sugiono turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembebasan dan pemulangan keempat WNI.
"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaunde, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini," ungkap Sugiono.
Negosiasi Pembebasan Libatkan Perwakilan RI
Proses pembebasan para WNI melewati tahapan negosiasi yang melibatkan KBRI Nairobi di Kenya, KBRI Islamabad, serta KJRI Karachi di Pakistan.
Pemerintah juga melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak di Somalia, termasuk otoritas setempat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha terkait dengan mengutamakan keselamatan para ABK.
Kapal MT Honour 25 dibajak pada 22 April di perairan sekitar Hafun, wilayah timur laut Somalia.
Kapal tersebut membawa empat WNI, 10 warga negara Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah pada 30 April sebelumnya menyatakan empat WNI korban pembajakan berada dalam kondisi baik meskipun proses penanganan kasus masih berlangsung.
Selama penyanderaan, Kementerian Luar Negeri mengambil sejumlah langkah untuk memastikan kebutuhan logistik para WNI tetap terpenuhi.
Pemerintah juga memastikan gaji para WNI tetap dibayarkan oleh pihak pemberi kerja selama proses penanganan kasus berlangsung.
- Penulis :
- Leon Weldrick




