HOME  ⁄  Nasional

Warga Duri Kepa Diduga Tertipu Modus Cerita Sedih, Kerugian Salah Satu Korban Capai Rp89 Juta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Warga Duri Kepa Diduga Tertipu Modus Cerita Sedih, Kerugian Salah Satu Korban Capai Rp89 Juta
Foto: (Sumber :Ketua RW 10 Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Nurman, membeberkan aksi penipuan yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial H. ANTARA/Risky Syukur.)

Pantau - Sejumlah warga RW 10 Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, diduga menjadi korban penipuan seorang perempuan berinisial H dengan modus meminjam uang setelah membangun kepercayaan dan menceritakan persoalan ekonomi maupun masalah pribadi.

H diketahui merupakan pendatang yang mengontrak di kawasan tersebut dan disebut mulai meminjam uang kepada warga sejak Juli 2026.

Ketua RW 10 Duri Kepa, Nurman, mengatakan besaran pinjaman awal yang diminta H berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta.

"Dia selalu cerita sedih, usahanya bangkrut, dia ketipu," kata Nurman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Pelaku Diduga Bangun Kepercayaan Korban

Menurut Nurman, H menjanjikan uang yang dipinjam akan dikembalikan dalam waktu dua hingga tiga hari.

Namun, uang tersebut disebut tidak kunjung dikembalikan dan H justru kembali meminjam kepada warga lainnya dengan berbagai alasan.

"Pinjam uang dengan warga, bilangnya dua atau tiga hari dibalikin tapi ternyata enggak pernah balik, malah dia minjam-minjam lagi," katanya.

Nurman mengatakan istrinya turut menjadi korban setelah awalnya berniat membantu karena menganggap H sedang mengalami kesulitan.

"Awalnya ya emang saya bantu karena kasihan kan, tapi dia (pelaku) malah meminta uang sebesar Rp2 juta kepada istri saya, nah dari situ saya mulai curiga bahwa dia enggak benar," kata Nurman.

Setelah ditelusuri, Nurman mengaku menemukan sejumlah alasan yang disampaikan H tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Kerugian Salah Satu Korban Capai Rp89 Juta

Nurman mengatakan total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp89 juta dan kasus tersebut telah dilaporkan kepada polisi.

"Awalnya saya pikir angkanya cuma Rp27 juta. Saat mediasi sudah Rp57 juta. Ketika saya ke kantor polisi, ternyata bertambah lagi. Dalam laporan saya, totalnya sekitar Rp89 juta," ujarnya.

Setelah membuat laporan, Nurman mengetahui terdapat korban lain dengan nilai kerugian yang berbeda-beda.

Salah satu korban disebut mengalami kerugian sekitar Rp200 juta, sedangkan korban lainnya kehilangan uang dalam jumlah lebih kecil.

Selain warga, H diduga meminjam uang kepada sejumlah pekerja dan pedagang di sekitar lingkungan tersebut.

"Pola yang digunakan adalah membangun kepercayaan terlebih dahulu, kemudian meminta bantuan ketika korban sudah merasa iba terhadap kondisi yang diceritakannya. Jadi orientasinya istri saya memang ingin menolong. Tetapi kemudian rasa kasihan itu dimanfaatkan," katanya.

H Diamankan dan Jalani Proses Hukum

Nurman mengungkapkan H sempat beralasan akan menjual rumah dan menawarkan sertifikat sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman.

Namun, menurut dia, sejumlah keterangan mengenai penggunaan uang dan barang yang dijadikan jaminan kemudian diketahui tidak sesuai.

"Banyak banget alasannya, mulai dari minjam uang untuk buka warung sembako, bantuin keluarganya, bahkan mau menjamin sertifikat rumah. Tapi aslinya itu enggak ada sama sekali," ungkapnya.

H disebut telah diamankan dan kini menjalani proses hukum di Polres Metro Jakarta Barat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026