
Pantau - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo mengedukasi anak-anak di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sejak dini.
Edukasi melalui program Little Ocean Guardians tersebut melibatkan anak-anak taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) dalam kegiatan bersih-bersih pantai serta pengenalan hubungan antara perilaku sehari-hari dan keberlangsungan ekosistem pesisir.
“Keberlanjutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan perlu dibangun melalui kebiasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami mengajak masyarakat dan generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan," kata Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menurut Brellian, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar dapat berkembang dalam jangka panjang.
Anak-anak diperkenalkan dengan pentingnya menjaga kebersihan laut dan mengurangi sampah serta mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar.
Pemilahan Sampah Kepulauan Seribu Capai 59 Persen
Edukasi tersebut sejalan dengan gerakan pengelolaan sampah yang sedang dilakukan di Kepulauan Seribu.
Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu pada September 2026 mencatat capaian pemilahan sampah dari sumber telah mencapai 59 persen.
Pengelolaan sampah juga telah berjalan di 11 pulau berpenduduk di wilayah Kepulauan Seribu.
Program Little Ocean Guardians menjadi bagian dari kegiatan Together for Sustainability 2026 yang digelar di Pulau Pramuka pada 1-3 Oktober 2026 dengan melibatkan pegawai Jasindo sebagai relawan.
Selain kegiatan bersama anak-anak, program tersebut mencakup edukasi mengenai ekosistem Kepulauan Seribu, ancaman abrasi, fungsi dan manfaat bakau atau mangrove, penanaman bakau hingga kegiatan bersih-bersih pantai bersama masyarakat.
Para relawan terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai teknik penanaman bakau sebelum menanam bibit bersama fasilitator dari Rumah Literasi Hijau.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu pada 5 Oktober 2026 juga menanam 10.000 bibit bakau di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, melalui kolaborasi dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Jasindo Dorong Budaya Keberlanjutan
Brellian mengatakan keterlibatan langsung pegawai di lapangan menjadi bagian dari upaya membangun budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.
Langkah tersebut dilakukan agar prinsip keberlanjutan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga berkembang menjadi kesadaran dan perilaku.
“Bagi Asuransi Jasindo, keberlanjutan bukan sekadar agenda, tetapi bagian dari cara kami menjalankan peran dan tanggung jawab perusahaan. Melalui Together for Sustainability, kami mendorong Insan Jasindo untuk terlibat langsung dan membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," ujar dia.
Kegiatan lingkungan dan sosial tersebut juga menjadi bagian dari penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus dikembangkan perseroan.
Jasindo menjadikan kegiatan itu sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pegawai, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial.
“Ke depan, semangat tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang mendukung lingkungan yang lebih terjaga, masyarakat yang lebih berdaya, serta budaya keberlanjutan yang semakin kuat di lingkungan Asuransi Jasindo," ucap Brellian.
- Penulis :
- Aditya Yohan




