HOME  ⁄  Nasional

Kabut Asap Kembali Selimuti Singkawang, Operasional Penerbangan Dihentikan demi Keselamatan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kabut Asap Kembali Selimuti Singkawang, Operasional Penerbangan Dihentikan demi Keselamatan
Foto: Bandara Singkawang, Kalbar (sumber: ANTARA/Ho-Rudi)

Pantau - Operasional penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, kembali dihentikan sejak Sabtu, 3 Oktober 2026, akibat kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di sekitar landasan pacu menurun dan berisiko terhadap keselamatan penerbangan.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Singkawang Ilham Hafizi mengatakan penghentian sementara dilakukan setelah kabut asap kembali menyelimuti Kota Singkawang dan wilayah sekitarnya.

“Kami lakukan pembatalan penerbangan sejak Sabtu (3/10),” kata Ilham.

Jarak Pandang Turun, Bandara Tak Mau Ambil Risiko

Keputusan membatalkan penerbangan diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Penurunan jarak pandang atau visibility di sekitar landasan pacu membuat kondisi dinilai belum memungkinkan bagi pesawat untuk melakukan lepas landas maupun pendaratan.

Ilham menegaskan pihak bandara tidak ingin mengambil risiko dengan tetap menjalankan penerbangan ketika jarak pandang terganggu kabut asap.

“Pembatalan penerbangan karena kabut asap kembali menyelimuti Kota Singkawang. Kondisi ini membahayakan penerbangan, jadi kami tidak bisa mengambil risiko,” ungkap Ilham.

Penghentian penerbangan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Bandara Singkawang kembali melayani penerbangan pada 1 Oktober 2026.

Sebelum kembali beroperasi pada awal Oktober, aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang juga sempat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Operasional Bandara Tunggu Kondisi Memungkinkan

Kembali beroperasinya penerbangan pada 1 Oktober sebelumnya mendapat sambutan dari masyarakat di kawasan Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas).

Keberadaan Bandara Singkawang diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara.

Operasional bandara juga diharapkan mampu mendukung aktivitas perekonomian dan sektor pariwisata di kawasan Singbebas.

Namun, kabut asap yang kembali menyelimuti Singkawang menjadi kendala terhadap keberlangsungan operasional penerbangan.

Pihak Bandara Singkawang terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandar udara sebagai pertimbangan sebelum memutuskan pembukaan kembali layanan penerbangan.

Bandara Singkawang juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kabut asap.

Selain dengan BMKG, pihak bandara berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan dan operasional penerbangan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026