HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Kamis 8 Oktober 2026, Waspadai Potensi Petir dan Awan Cumulonim

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Kamis 8 Oktober 2026, Waspadai Potensi Petir dan Awan Cumulonim
Foto: (Sumber :Arsip foto - Awan hitam menyelimuti langit di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/3/2023). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrim hingga 10 Maret 2023 yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/pri.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan ringan pada Kamis (8/10/2026), sementara beberapa daerah lainnya diprediksi mengalami cuaca berawan tebal, udara kabur, hingga hujan disertai petir.

Prakirawan BMKG Lintang Alya menyampaikan prakiraan tersebut melalui kanal informasi resmi BMKG yang dipantau dari Jakarta, Kamis (8/10/2026).

BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai potensi awan hujan atau cumulonimbus di sejumlah wilayah perairan dan daratan Indonesia.

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan

Untuk wilayah Sumatra, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Palembang, Lampung, dan Pangkal Pinang.

Sementara itu, Kota Jambi diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal sepanjang periode prakiraan.

"Hujan ringan diprakirakan mengguyur wilayah Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu," kata Lintang.

Beralih ke Pulau Jawa, kondisi berawan tebal diprediksi terjadi di Jakarta, Serang, Semarang, dan Yogyakarta.

Kota Surabaya diprakirakan mengalami cuaca berawan, sedangkan Bandung berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Untuk wilayah Kalimantan, BMKG memperkirakan Palangka Raya mengalami kondisi asap atau kabut, sementara Banjarmasin berpotensi mengalami udara kabur.

Hujan ringan juga diprakirakan mengguyur Samarinda, sedangkan Pontianak dan Tanjung Selor perlu mewaspadai potensi hujan disertai petir.

"Waspadai hujan yang dapat disertai petir di wilayah Pontianak dan Tanjung Selor," ucap Lintang.

Cuaca Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Didominasi Kondisi Beragam

BMKG memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur Denpasar, Bali, pada Kamis (8/10/2026).

Sementara itu, Mataram diprediksi mengalami udara kabur dan Kupang berpotensi diselimuti awan tebal.

Untuk wilayah Sulawesi, kondisi cuaca di Manado diprakirakan berawan, sedangkan Makassar diprediksi cerah berawan.

Kota Palu diperkirakan mengalami udara kabur, sementara Kendari berpotensi mengalami kondisi asap atau kabut.

Adapun Gorontalo diprakirakan diselimuti awan tebal, sedangkan Mamuju berpotensi diguyur hujan ringan.

"Hujan ringan diprakirakan akan mengguyur wilayah Mamuju," tutur Lintang.

Sejumlah Wilayah Papua Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Di wilayah Maluku dan Maluku Utara, BMKG memperkirakan Ternate mengalami cuaca berawan tebal, sedangkan Ambon berpotensi mengalami udara kabur.

Sementara itu, kondisi udara kabur juga diprakirakan terjadi di Sorong dan Merauke.

Wilayah Jayawijaya diprediksi mengalami cuaca berawan, sedangkan Manokwari, Nabire, dan Jayapura berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan.

Perbedaan kondisi cuaca tersebut menjadi bagian dari prakiraan BMKG untuk sejumlah kota di kawasan Indonesia timur pada Kamis (8/10/2026).

BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus yang Berisiko bagi Penerbangan

Selain menyampaikan prakiraan cuaca harian, BMKG mengingatkan pengguna transportasi udara mengenai potensi kemunculan awan hujan atau cumulonimbus di sejumlah wilayah Indonesia.

Potensi awan tersebut diprakirakan terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Nias dan Mentawai, Sumatra bagian utara, serta Aceh.

Wilayah lain yang perlu diwaspadai meliputi Laut Natuna bagian utara dan Kalimantan bagian barat hingga utara.

BMKG juga mengidentifikasi potensi awan cumulonimbus di Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik sebelah utara Maluku dan Papua, serta Papua bagian tengah.

Awan cumulonimbus dapat berkaitan dengan kondisi cuaca buruk, seperti hujan lebat, petir, dan turbulensi yang berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan.

Karena itu, BMKG meminta pengguna jasa transportasi udara untuk terus memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.

"Untuk itu, selalu ikuti informasi terbaru perkembangan cuaca dari bandara dan maskapai penerbangan," kata Lintang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026