
Pantau - Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Johor Bahru, Sigit S Widiyanto, menemui Menteri Besar Negeri Johor, Malaysia, Datuk Onn Hafiz bin Ghazi, pada Rabu, 7 Oktober 2026, untuk membahas persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat Malaysia.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi diplomatik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negeri Johor dalam membahas penanganan kabut asap lintas batas yang melanda sejumlah wilayah Malaysia.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Indonesia menjelaskan berbagai langkah penanganan karhutla yang telah dilakukan, sementara Pemerintah Negeri Johor mengusulkan penyelenggaraan pertemuan darurat negara-negara ASEAN untuk membahas persoalan tersebut.
Konjen RI Sigit S Widiyanto menjelaskan bahwa pertemuan dengan Menteri Besar Johor merupakan tindak lanjut dari surat yang sebelumnya dikirimkan Pemerintah Negeri Johor mengenai kondisi kabut asap atau jerebu di wilayah tersebut.
Setelah menerima surat tersebut, Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru mengajukan permohonan pertemuan untuk membicarakan secara langsung dampak kabut asap serta langkah penanganannya.
“Pertemuan bertujuan untuk menyampaikan keprihatinan yang sama atas dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, sekaligus menjelaskan langkah-langkah yang telah dan terus dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di dalam negeri,” ujar Konjen Sigit dalam pernyataannya dari Kuala Lumpur, Kamis.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk membahas dampak kabut asap terhadap masyarakat serta kemungkinan kerja sama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Indonesia Jelaskan Upaya Pemadaman Karhutla dan Penegakan Hukum
Dalam pertemuan dengan Menteri Besar Johor, Sigit menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai langkah untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di dalam negeri.
Upaya tersebut mencakup kegiatan operasional berupa pemadaman titik kebakaran serta pengendalian karhutla untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Selain melakukan penanganan langsung di lapangan, Pemerintah Indonesia juga menjalankan langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan.
Penjelasan mengenai pemadaman, pengendalian kebakaran, dan penegakan hukum tersebut disampaikan kepada Pemerintah Negeri Johor sebagai bagian dari upaya Indonesia menangani persoalan kabut asap.
Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia atas tawaran bantuan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Tawaran bantuan tersebut turut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Konjen RI dan Menteri Besar Johor.
Komunikasi kedua pihak dilakukan di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat Malaysia, khususnya terkait kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Menteri Besar Johor Usulkan Pertemuan Darurat ASEAN
Selain membahas langkah penanganan karhutla oleh Indonesia, Menteri Besar Johor Datuk Onn Hafiz bin Ghazi mengusulkan kemungkinan penyelenggaraan pertemuan darurat negara-negara anggota ASEAN atau ASEAN Emergency Meeting.
Usulan tersebut bertujuan membuka ruang pembahasan bersama mengenai persoalan kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan dampak lintas batas negara.
Melalui forum tersebut, negara-negara anggota ASEAN diharapkan dapat terlibat dalam pembahasan serta penanganan karhutla secara bersama-sama.
“Dalam pertemuan tersebut, Menteri Besar Johor mengusulkan kemungkinan diselenggarakan ASEAN Emergency Meeting sehingga negara-negara anggota ASEAN dapat bersama-sama terlibat dalam pembahasan dan penanganan persoalan karhutla yang berpotensi menimbulkan dampak lintas batas,” kata Konjen Sigit.
Usulan pertemuan darurat tersebut menjadi salah satu langkah diplomatik yang dibahas untuk mendorong kerja sama regional dalam menghadapi persoalan kabut asap.
Persoalan karhutla menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di wilayah tempat kebakaran terjadi, tetapi juga berpotensi menjangkau negara-negara tetangga.
PM Malaysia Anwar Ibrahim Instruksikan Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup ASEAN
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut mengambil langkah untuk mendorong pembahasan persoalan kabut asap melalui mekanisme kerja sama ASEAN.
Pada Kamis, 8 Oktober 2026, Anwar menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Malaysia untuk menghubungi Sekretariat ASEAN.
Instruksi tersebut bertujuan mengupayakan kembali penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN yang secara khusus membahas penanganan kabut asap.
Langkah tersebut menempatkan persoalan kabut asap sebagai salah satu agenda yang didorong Pemerintah Malaysia untuk dibahas melalui kerja sama regional.
Pembahasan di tingkat ASEAN diharapkan dapat melibatkan negara-negara anggota dalam mencari langkah penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan dampak lintas batas.
Dorongan penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri tersebut juga berlangsung setelah Pemerintah Negeri Johor mengusulkan kemungkinan pertemuan darurat ASEAN dalam pembicaraan dengan Konjen RI.
Kabut Asap Selimuti Kuala Lumpur, Gedung Pencakar Langit Terlihat Samar
Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan di wilayah Johor, tetapi juga terpantau di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia.
Berdasarkan pengamatan langsung, kabut asap yang menyelimuti Kuala Lumpur menyebabkan berkurangnya jarak pandang di sejumlah kawasan.
Sejumlah gedung pencakar langit di ibu kota Malaysia tersebut terlihat samar secara kasat mata akibat kondisi udara yang diselimuti kabut asap.
Selain memengaruhi jarak pandang, kondisi tersebut juga menimbulkan gangguan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan pantauan, paparan kabut asap dapat menyebabkan mata terasa agak perih dan memicu batuk apabila seseorang terlalu lama berada di luar ruangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah terdampak.
Persoalan kabut asap di Johor dan Kuala Lumpur turut menjadi perhatian dalam komunikasi diplomatik antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.
Melalui pertemuan Konjen RI dengan Menteri Besar Johor serta dorongan pembahasan di tingkat ASEAN, kedua negara berupaya membawa persoalan kabut asap lintas batas ke dalam forum kerja sama regional.
Hingga Kamis, 8 Oktober 2026, upaya diplomatik tersebut mencakup pembahasan langkah penanganan karhutla oleh Indonesia, tawaran bantuan dari Malaysia, serta usulan penyelenggaraan pertemuan negara-negara ASEAN untuk membahas penanganan kabut asap.
- Penulis :
- Leon Weldrick




