
Pantau - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun tangan mempercepat penanganan medis Dian, seorang penyandang disabilitas yang menderita kanker ganas dan belum menjalani operasi setelah menunggu sekitar empat bulan.
Eri mengoordinasikan penanganan pasien tersebut pada Jumat (9/10/2026) setelah kondisi Dian dilaporkan melalui layanan pengaduan Pemerintah Kota Surabaya.
Dian kemudian dibawa ke RSUD Dr. Soewandhie untuk menjalani pemeriksaan lengkap dan mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena Dian sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan, tetapi tindakan operasi yang dibutuhkan belum terlaksana.
Dian Sembunyikan Keluhan karena Tak Ingin Membebani Keluarga
Dian merupakan warga Surabaya penyandang disabilitas yang mengalami keluhan kesehatan pada bagian perut.
Awalnya, ia enggan menceritakan kondisi kesehatannya kepada orang tua karena khawatir menjadi beban bagi ibunya.
Namun, keluhan yang dialaminya semakin memburuk dan berat badannya terus mengalami penurunan.
Kondisi tersebut membuat Dian akhirnya menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Dian menderita kanker ganas yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Meski telah melewati sejumlah tahapan pemeriksaan, operasi yang dibutuhkan belum terlaksana selama sekitar empat bulan.
Belum diketahui secara pasti apakah penundaan tersebut disebabkan pertimbangan medis, kendala administrasi, atau keterbatasan kapasitas pelayanan rumah sakit.
Kader Surabaya Hebat Laporkan Kondisi Dian kepada Wali Kota
Penanganan Dian mendapat perhatian pemerintah kota setelah Rita, seorang Kader Surabaya Hebat (KSH) di wilayah Manukan Lor, melaporkan kondisinya.
Rita menyampaikan laporan melalui layanan Lapor Cak Eri agar kondisi kesehatan Dian segera mendapatkan tindak lanjut.
Laporan tersebut kemudian menjadi dasar koordinasi percepatan penanganan oleh Wali Kota Surabaya.
Pada Jumat (9/10/2026), Eri turun langsung untuk memastikan Dian memperoleh akses pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.
Dian selanjutnya dibawa ke RSUD Dr. Soewandhie guna menjalani pemeriksaan lengkap sebelum penentuan tindakan medis berikutnya.
Peran Rita memperlihatkan keterlibatan kader masyarakat dalam menghubungkan warga yang membutuhkan bantuan dengan pelayanan pemerintah daerah.
Pemkot Surabaya Perkuat Pendampingan Warga Rentan
Kader Surabaya Hebat merupakan bagian dari sistem pelayanan masyarakat yang memiliki dasar hukum melalui Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 15 Tahun 2025.
Ketentuan tersebut kemudian mengalami perubahan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 78 Tahun 2025.
Dalam pelaksanaannya, KSH membantu pemerintah kota menjalankan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat, termasuk bidang kesehatan, kesejahteraan, pemberdayaan keluarga, dan pendataan warga.
Keberadaan kader memungkinkan kondisi warga yang membutuhkan pertolongan diketahui melalui pemantauan dan komunikasi di lingkungan tempat tinggal.
Peran tersebut menjadi penting terutama bagi warga yang mengalami kesulitan menyampaikan kebutuhan kesehatan atau mengakses pelayanan secara mandiri.
Penanganan Pasien Kanker Jadi Perhatian Sistem Rujukan
Kasus Dian juga menyoroti pentingnya kesinambungan pelayanan kesehatan setelah pasien menjalani pemeriksaan awal.
Proses rujukan dari puskesmas menuju rumah sakit perlu disertai kepastian tindak lanjut agar pasien tidak kehilangan kesempatan memperoleh penanganan yang dibutuhkan.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara lengkap penyebab operasi Dian tertunda selama sekitar empat bulan.
Karena itu, penundaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai bentuk kelalaian tenaga medis maupun pihak rumah sakit.
Pemerintah Kota Surabaya menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan serta mempercepat pelayanan rujukan medis bagi warga yang membutuhkan.
Melalui penanganan di RSUD Dr. Soewandhie, Dian diharapkan dapat memperoleh pemeriksaan lanjutan dan kepastian mengenai tindakan medis yang sesuai dengan kondisinya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




