
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI memberangkatkan 23 mustahik atau penerima zakat untuk bekerja di Jepang melalui Program Beasiswa Vokasi Baznas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus membuka akses lapangan kerja di luar negeri.
Sebanyak 23 penerima manfaat yang diberangkatkan tersebut berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, yakni Lampung, Jawa Timur, dan Sumatera Barat.
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kolaborasi Baznas dan Kemnaker untuk meningkatkan keterampilan serta kesempatan kerja bagi masyarakat kurang mampu.
Menurut Idy, program tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menekan angka pengangguran sekaligus memberikan kesempatan kepada mustahik untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga.
Baznas menargetkan sebanyak 3.000 penerima manfaat dapat mengikuti program kerja sama dengan Kemnaker tersebut dalam kurun waktu hingga lima tahun.
"Baznas menargetkan ada 3.000 penerima manfaat dalam program kolaborasi bersama Kemnaker ini dengan durasi waktu hingga lima tahun. Kami akan terus mengoptimalkan. Kami berharap para mustahik dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga serta bertransformasi menjadi muzaki," kata Idy.
Baznas Targetkan 3.000 Mustahik Bekerja di Jepang dalam Lima Tahun
Idy menjelaskan bahwa Program Beasiswa Vokasi Baznas dirancang untuk memberikan akses pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja di luar negeri bagi masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik.
Melalui kerja sama dengan Kemnaker, Baznas berupaya memperluas jangkauan program agar semakin banyak penerima zakat memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 107 mustahik telah diberangkatkan ke Jepang melalui Program Beasiswa Vokasi Baznas.
Para penerima manfaat tersebut akan mengikuti program magang di Jepang selama tiga tahun dengan pendapatan yang disebut berpotensi mencapai nisab zakat atau batas minimum harta yang mewajibkan seseorang menunaikan zakat.
Menurut Idy, kesempatan bekerja di Jepang diharapkan dapat menjadi jalan bagi para mustahik untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong perubahan status ekonomi penerima manfaat dari mustahik menjadi muzaki atau orang yang telah mampu menunaikan zakat.
Baznas menyatakan akan terus mengoptimalkan pelaksanaan program bersama Kemnaker agar target ribuan penerima manfaat dalam lima tahun dapat tercapai.
Anak Buruh Serabutan Bersyukur Bisa Bekerja di Jepang Berkat Baznas
Salah satu penerima manfaat Program Beasiswa Vokasi Baznas, Dananda Bagus Setiawan asal Sumatera Selatan, mengungkapkan rasa bahagianya setelah mendapatkan kesempatan bekerja di Jepang melalui dukungan Baznas dan Kemnaker.
Dananda menceritakan bahwa kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang terbatas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Kondisi ekonomi tersebut membuat dirinya berusaha segera mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan sekolah.
Ia mengaku bersyukur karena bantuan Baznas dan Kemnaker membuka kesempatan baginya untuk mengikuti program kerja di Jepang yang sebelumnya sulit dijangkau karena keterbatasan ekonomi.
"Kedua orang tua saya bekerja sebagai buruh serabutan dan penghasilan yang didapat pun pas-pasan. Karena itu lulus sekolah saya langsung berusaha mencari kerja, Alhamdulillah ada Baznas dan Kemenaker. Harapan saya setelah dari program ini saya bisa membangun usaha, membantu ekonomi keluarga. Dan pastinya saya ingin menjadi muzaki dan berzakat juga," ucap Dananda.
Dananda berharap penghasilan yang diperolehnya selama mengikuti program di Jepang dapat dikumpulkan sebagai modal untuk membangun usaha sendiri setelah kembali ke Indonesia.
Selain memperbaiki kondisi perekonomian keluarga, ia juga bercita-cita menjadi muzaki agar dapat membantu masyarakat lain melalui zakat.
Anak Tukang Tambal Ban Ingin Biayai Sekolah Adik dari Hasil Kerja di Jepang
Penerima manfaat lainnya, Juwan Saputra asal Sumatera Selatan, mengaku bantuan Baznas sangat berarti bagi dirinya dan keluarga yang sebelumnya kesulitan menyiapkan biaya pelatihan serta keberangkatan bekerja ke Jepang.
Sebagai anak pertama, Juwan merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memenuhi kebutuhan anggota keluarganya.
Ia menceritakan bahwa ayahnya bekerja sebagai tukang tambal ban dengan penghasilan yang tidak menentu setiap hari.
Pendapatan tersebut terkadang belum mencukupi kebutuhan makan keluarga, sementara biaya pelatihan untuk mengikuti program kerja di Jepang tergolong besar bagi kondisi ekonomi mereka.
Juwan mengatakan bantuan dari Baznas memberikan kesempatan baginya untuk mengikuti program yang diharapkan dapat mengubah kondisi perekonomian keluarganya.
"Ayah saya bekerja sebagai tukang tambal ban dengan pendapatan yang tidak menentu. Untuk makan saja kadang kurang, sementara biaya pelatihan cukup besar. Karena itu, bantuan dari Baznas ini sangat berarti bagi saya. Setelah program ini dan tabungan terkumpul, saya ingin membantu biaya pendidikan adik dan memperbaiki tempat tinggal keluarga. Terima kasih Baznas dan muzaki," tutur Juwan.
Juwan berharap dapat mengumpulkan tabungan selama mengikuti program di Jepang untuk membantu membiayai pendidikan adiknya.
Selain itu, ia berencana menggunakan sebagian penghasilannya untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga agar menjadi lebih layak.
Baznas Dorong Penerima Zakat Bertransformasi Menjadi Muzaki
Baznas menilai Program Beasiswa Vokasi bersama Kemnaker dapat menjadi salah satu sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan perluasan kesempatan kerja.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan akses pekerjaan di luar negeri, tetapi juga mendorong penerima manfaat membangun kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.
Melalui pengalaman kerja dan penghasilan yang diperoleh selama berada di Jepang, para peserta diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga serta memiliki bekal untuk mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia.
Baznas juga berharap keberhasilan para peserta dapat mendorong semakin banyak mustahik untuk meningkatkan keterampilan dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.
Dengan target 3.000 penerima manfaat dalam lima tahun, kolaborasi Baznas dan Kemnaker diharapkan dapat memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong transformasi penerima zakat menjadi muzaki pada masa mendatang.
- Penulis :
- Shila Glorya




