
Pantau - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian di halaman SDN 7 Simpang Rimba untuk membantu sekitar 2.000 warga yang terdampak kebakaran hebat di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 500 rumah yang dihuni 500 kepala keluarga.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, mengatakan pendirian fasilitas darurat dilakukan bersama Dinas Sosial untuk memenuhi kebutuhan korban kebakaran.
"Saat ini kita Bersama Dinas Sosial Kepulauan Babel membangun dapur umum dan tenda pengungsian di halaman SDN 7 Simpang Rimba," kata Agus di Dusun Serdang, Minggu (11/10/2026).
Dapur Umum dan Tenda Pengungsian Disiapkan di SDN 7 Simpang Rimba
Pemerintah daerah memusatkan fasilitas pengungsian sementara di lingkungan SDN 7 Simpang Rimba.
Lokasi tersebut digunakan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Dusun Serdang.
Namun, tidak seluruh warga terdampak memilih tinggal di tempat pengungsian yang disediakan pemerintah.
Sebagian besar korban kebakaran memilih mengungsi ke rumah kerabat atau anggota keluarga yang tidak terdampak.
"Untuk lokasi pengungsian berada di SDN 7 Simpang Rimba. Jumlah pengungsi yang berada di dalam kelas tidak banyak, karena sebagian besar warga yang terdampak lebih memilih mengungsi ke rumah kerabat atau sanak saudara yang tidak terdampak kebakaran pada Sabtu (10/10) malam," ujar Agus.
BPBD mencatat sekitar 60 orang menempati ruang kelas SDN 7 Simpang Rimba sebagai tempat berlindung sementara.
Sementara itu, dapur umum didirikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan makanan bagi warga terdampak kebakaran.
Sebanyak 2.000 Warga Terdampak, BPBD Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Hasil pendataan sementara BPBD pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WIB menunjukkan sekitar 500 rumah terdampak kebakaran.
Jumlah kepala keluarga yang terdampak diperkirakan mencapai 500 KK dengan total sekitar 2.000 jiwa.
BPBD memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut berdasarkan laporan sementara.
"Tidak ada korban jiwa dan data ini masih dapat berubah, sementara untuk fasilitas umum yang terdampak masih dalam pendataan," kata Agus.
Petugas masih melakukan pendataan terhadap luas lahan yang terbakar serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Jumlah rumah dan warga terdampak juga masih berpotensi berubah seiring berlanjutnya proses pendataan di lapangan.
Kebakaran Bermula dari Lahan Dekat Permukiman Warga
Kebakaran di Dusun Serdang dilaporkan mulai terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.
Berdasarkan informasi awal, api muncul dari lahan yang berada di dekat kawasan permukiman penduduk.
Tiupan angin kencang dan kondisi lahan yang kering menyebabkan api menyebar dengan cepat menuju rumah-rumah warga.
Sebagian besar rumah di kawasan tersebut menggunakan material papan yang mudah terbakar.
"Tiupan angin kencang dan lokasi kering membuat api semakin cepat merambat ke pemukiman penduduk, karena kebanyakan material rumah penduduk dinding papan. Dilaporkan kebakaran ini sudah menghanguskan lebih kurang 500 rumah, namun data ini belum final," kata Agus.
Hingga Minggu pagi, penyebab pasti munculnya api belum diketahui.
BPBD dan Dinas Sosial Lanjutkan Penanganan Korban Kebakaran
BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas Sosial terus menangani dampak kebakaran melalui penyediaan fasilitas pengungsian dan dapur umum.
Petugas juga melanjutkan pendataan terhadap rumah, fasilitas umum, dan lahan yang terdampak.
Keberadaan dapur umum serta tempat pengungsian di SDN 7 Simpang Rimba menjadi bagian dari penanganan darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Sementara itu, sebagian besar korban masih berada di rumah keluarga atau kerabat setelah kebakaran melanda permukiman mereka.
Pemerintah daerah belum mengumumkan hasil akhir pendataan kerusakan maupun penyebab pasti kebakaran tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka




