HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Medan Targetkan 1.000 Penerima Program Tebus Ijazah, Akademisi USU Sebut Bisa Cegah Kemiskinan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Medan Targetkan 1.000 Penerima Program Tebus Ijazah, Akademisi USU Sebut Bisa Cegah Kemiskinan
Foto: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas saat menyerahkan ijazah peserta didik dalam program Tebus Ijazah

Pantau - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, menargetkan 1.000 penerima manfaat program Tebus Ijazah untuk membantu masyarakat yang terkendala biaya pendidikan, sekaligus membuka peluang melanjutkan sekolah dan memperoleh pekerjaan sebagai upaya mencegah kemiskinan.

Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Roy Fachraby Ginting menilai program prioritas Pemkot Medan tersebut dapat membantu masyarakat kurang mampu meningkatkan kesejahteraan melalui akses pendidikan dan dunia kerja.

"Ijazah merupakan dokumen penting bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja," ujar Roy di Medan, Minggu (11/10/2026).

Menurut Roy, kepemilikan ijazah menjadi salah satu faktor penting bagi lulusan sekolah untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi persyaratan melamar pekerjaan.

Ia mengapresiasi langkah Pemkot Medan dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, tetapi mengingatkan pentingnya pengawasan agar penggunaan anggaran tepat sasaran.

Program Tebus Ijazah Dinilai Bisa Membuka Peluang Kerja

Roy menjelaskan bahwa program Tebus Ijazah sejalan dengan tujuan pendidikan dalam mengembangkan potensi diri, membentuk kepribadian, dan mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup mandiri.

Menurutnya, masyarakat yang terkendala biaya pendidikan membutuhkan dukungan agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja.

Program tersebut dinilai dapat membantu lulusan sekolah memperoleh dokumen pendidikan yang dibutuhkan untuk mengakses berbagai kesempatan.

"Akses terhadap ijazah dapat membuka peluang lebih luas bagi siswa untuk melanjutkan sekolah atau mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata dia.

Roy menilai kesempatan memperoleh pendidikan dan pekerjaan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

Karena itu, ia mendukung pelaksanaan program Tebus Ijazah sebagai salah satu langkah pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang menghadapi kendala biaya pendidikan.

Akademisi USU Minta Pengawasan Anggaran Diperketat

Meski memberikan apresiasi, Roy mengingatkan Pemkot Medan agar pelaksanaan program Tebus Ijazah dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menekankan pentingnya pengawasan karena program tersebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Roy, pengawasan diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga meminta pemerintah daerah mencegah kemungkinan penyalahgunaan program oleh pihak tertentu.

"Jangan sampai program ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk menjadi ladang transaksional. Kalau itu sampai terjadi, maka nama baik Wali Kota Medan juga yang akan jelek," sebut dia.

Roy berharap pelaksanaan program tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya peserta didik yang mengalami kesulitan ekonomi.

Wali Kota Medan Targetkan Bantuan untuk 1.000 Orang

Pemerintah Kota Medan menargetkan sebanyak 1.000 orang menerima manfaat bantuan melalui program Tebus Ijazah.

Program tersebut menjadi salah satu kebijakan pemerintah kota untuk meringankan beban masyarakat yang terkendala biaya pendidikan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah kota berupaya membantu peserta didik memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan.

"Ijazah itu selanjutnya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun keperluan lain setelah menyelesaikan sekolah," ujar Rico Waas.

Program Tebus Ijazah diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan dokumen kelulusan untuk melanjutkan pendidikan atau memenuhi kebutuhan lain setelah menyelesaikan sekolah.

Pemkot Medan belum merinci dalam keterangan tersebut jumlah penerima yang telah memperoleh bantuan dari target 1.000 orang.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026