HOME  ⁄  Nasional

Pemkab HSU Gandeng ULM Optimalkan Polder Alabio, Potensi Irigasi 6.000 Hektare Lahan Pertanian

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkab HSU Gandeng ULM Optimalkan Polder Alabio, Potensi Irigasi 6.000 Hektare Lahan Pertanian
Foto: Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Sahrujani menerima cinderamata dari Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Akhmad Rizalli Saidy saat kunjungan lapangan pakar internasional di Rumah Pompa Polder Alabio, di Jalan Polder Selatan Teluk Betung Kecamatan Sungai Pandan, HSU.

Pantau - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan melibatkan pakar internasional untuk mengoptimalkan pengelolaan air Polder Alabio yang berpotensi mengairi 6.000 hektare lahan pertanian, tetapi saat ini baru dimanfaatkan untuk sekitar 1.200 hektare.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas layanan irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian lahan basah, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Bupati HSU Sahrujani mengatakan pemerintah daerah akan memadukan hasil penelitian dan rekomendasi ilmiah dengan kebijakan pembangunan pertanian.

"Tentunya rumusan yang melibatkan para pakar internasional ini memberikan rekomendasi yang terbaik," kata Sahrujani di Amuntai, Minggu (11/10/2026).

Polder Alabio Baru Mengairi 1.200 Hektare Lahan

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Kementerian Pekerjaan Umum Sandi Erryyanto menyebut Polder Alabio memiliki potensi besar untuk mendukung pengairan pertanian di Kabupaten HSU.

Menurut Sandi, sistem pengairan tersebut berpotensi melayani lahan pertanian hingga 6.000 hektare.

Namun, pemanfaatan Polder Alabio saat ini baru menjangkau sekitar 1.200 hektare atau 20 persen dari total potensi layanan.

Dengan demikian, masih terdapat potensi perluasan layanan pengairan hingga sekitar 4.800 hektare lahan pertanian.

"Kita upayakan bersama agar pemanfaatannya bisa optimal karena saat ini hanya mencapai 1.200 hektare," katanya.

Sandi menekankan bahwa pengelolaan air yang lebih efektif diperlukan untuk menghadapi tantangan kekeringan sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Pemkab HSU Libatkan Pakar Internasional dari Belanda

Pemerintah Kabupaten HSU menerima kunjungan para ahli pertanian, termasuk pakar pengelolaan polder dari Belanda, untuk meninjau potensi pertanian dan sistem tata air setempat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian konferensi internasional INTAN-HANDIL 2026.

Para pakar meninjau langsung kawasan pertanian lahan basah serta Rumah Pompa Polder Alabio yang berada di Jalan Polder Selatan Teluk Betung, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten HSU.

Kegiatan lapangan tersebut diarahkan untuk memperoleh masukan ilmiah mengenai pengelolaan air dan pengembangan pertanian lahan basah.

Sahrujani menyampaikan apresiasi atas keterlibatan akademisi dan pakar internasional dalam mengkaji potensi Polder Alabio.

Rekomendasi ULM Akan Dipadukan dengan Kebijakan Daerah

Bupati Sahrujani menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengintegrasikan hasil penelitian dengan kebijakan strategis pembangunan infrastruktur dan pertanian.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi diperlukan agar hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Apa yang menjadi rekomendasi dari hasil seminar dan kunjungan lapangan ini insya Allah kita kolaborasikan,” ucapnya.

Pemkab HSU berharap rekomendasi dari ULM dan para pakar internasional dapat menjadi dasar pengembangan sistem pengairan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Optimalisasi Rumah Pompa Polder Alabio juga diarahkan untuk memperluas manfaat infrastruktur pengairan bagi petani di Kecamatan Sungai Pandan dan wilayah sekitarnya.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan mengupayakan peningkatan pemanfaatan Polder Alabio agar kapasitas pengairannya dapat mendukung kebutuhan pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026