
Pantau - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mengalokasikan anggaran Rp1,6 miliar untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama melalui pengadaan obat-obatan, perlengkapan medis, dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak asap.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara, dr. Maria Fransisca, mengatakan anggaran tersebut berasal dari bantuan pemerintah pusat yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta dinas terkait.
"Selain itu, juga untuk operasional pelayanan kesehatan bagi petugas dan masyarakat terdampak asap," kata Maria dalam keterangannya di Sukadana, Senin (12/10/2026).
Dana tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan medis masyarakat dan petugas pemadam kebakaran dapat terpenuhi selama penanganan karhutla.
Anggaran Rp1,6 Miliar Digunakan untuk Obat dan Peralatan Medis
Maria menjelaskan bahwa pengadaan logistik kesehatan menjadi salah satu prioritas penggunaan anggaran penanganan karhutla.
“Anggaran tersebut kami gunakan untuk pembelian obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang terkait dengan karhutla,” kata Maria.
Kebutuhan yang disiapkan meliputi obat batuk, obat untuk mengatasi sesak napas, oksigen, nebulizer, dan perlengkapan medis pendukung lainnya.
Peralatan tersebut ditujukan untuk membantu tenaga kesehatan menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran.
Selain pengadaan obat, anggaran digunakan untuk mendukung distribusi logistik medis ke sejumlah puskesmas di Kabupaten Kayong Utara.
Penyaluran tersebut dilakukan agar fasilitas kesehatan memiliki persediaan yang memadai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Petugas Puskesmas Dikerahkan ke Lokasi Kebakaran
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara juga mengerahkan tenaga kesehatan dari puskesmas dan tingkat kabupaten untuk memberikan pelayanan langsung di lapangan.
Petugas medis melayani personel pemadam kebakaran serta warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat asap karhutla.
“Teman-teman puskesmas maupun di kabupaten ada yang turun ke lapangan setiap hari, baik di lokasi kebakaran untuk memberikan pelayanan bagi petugas-petugas pemadam maupun kepada masyarakat yang terdampak karhutla,” ujarnya.
Maria mengatakan dukungan anggaran juga mencakup kebutuhan operasional petugas kesehatan yang menjalankan tugas di lokasi terdampak.
Biaya tersebut meliputi uang harian serta kebutuhan makan dan minum sesuai pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menurutnya, dukungan operasional diperlukan agar pelayanan kesehatan dapat terus berjalan selama masa penanganan kebakaran.
Dinkes Kayong Utara Pantau Kualitas Udara Selama Karhutla
Selain menyediakan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kayong Utara melakukan pengukuran kualitas udara di dalam maupun luar ruangan.
Pemantauan tersebut dilakukan selama masa tanggap darurat karhutla sekaligus menindaklanjuti permintaan Kementerian Kesehatan.
Maria menjelaskan bahwa hasil pengukuran digunakan sebagai bahan informasi bagi masyarakat mengenai kondisi udara di wilayah terdampak.
Data tersebut diharapkan membantu masyarakat mengetahui kondisi lingkungan selama kebakaran hutan dan lahan berlangsung.
Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui upaya pemadaman api.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan ketersediaan layanan kesehatan, obat-obatan, dan perlengkapan medis untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
- Penulis :
- Aditya Yohan




