
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor pertambangan dan pupuk, memperluas peran dalam pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan aset perusahaan yang belum produktif.
Arahan tersebut disampaikan Muhaimin Iskandar dalam rapat bersama BUMN sektor pertambangan dan pupuk di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta, Selasa.
Muhaimin menegaskan bahwa BUMN harus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
"BUMN harus menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan. Program-program yang sudah terbukti berhasil perlu direplikasi dan diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat," ujar Menko Muhaimin Iskandar.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki BUMN harus dimanfaatkan secara optimal untuk membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat, bukan hanya berorientasi pada kepentingan bisnis dan keuntungan perusahaan.
Keberhasilan BUMN, kata dia, juga perlu diukur berdasarkan kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan, serta mendorong masyarakat menjadi mandiri secara ekonomi.
Muhaimin Minta BUMN Perluas Lapangan Kerja bagi Masyarakat Miskin
Muhaimin meminta BUMN sektor pertambangan dan pupuk memperkuat akses masyarakat miskin terhadap lapangan pekerjaan melalui program magang, pelatihan keterampilan, dan perekrutan tenaga kerja.
Kesempatan tersebut juga harus terbuka bagi lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar mereka memiliki peluang lebih besar untuk memasuki dunia kerja.
Melalui perluasan akses pekerjaan, masyarakat diharapkan tidak terus bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu memperoleh penghasilan sendiri untuk meningkatkan taraf hidup.
"Orientasi pemberdayaan harus jelas, yaitu mendorong masyarakat naik kelas dan mandiri. Karena itu, kita perlu memperbanyak kesempatan kerja, termasuk melalui program cash for work atau padat karya tunai yang memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat," kata Muhaimin Iskandar.
Selain membuka lapangan kerja formal, Muhaimin juga mendorong BUMN mengembangkan program padat karya produktif yang melibatkan masyarakat secara langsung, terutama di wilayah perdesaan.
Program tersebut dapat dijalankan melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan bagi warga.
Sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan meliputi pelestarian lingkungan, pemulihan kawasan, serta pengembangan potensi ekonomi lokal yang melibatkan masyarakat setempat.
Muhaimin menekankan bahwa keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian penting agar manfaat ekonomi dari program pemberdayaan BUMN benar-benar dirasakan oleh warga.
Selain memberikan penghasilan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha baru.
Program Pemberdayaan BUMN Wajib Mengacu pada DTSEN
Muhaimin juga menegaskan bahwa seluruh program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan BUMN harus mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penggunaan DTSEN diperlukan untuk memastikan bantuan dan program pemberdayaan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga pelaksanaannya lebih tepat sasaran.
Menurutnya, BUMN juga harus memprioritaskan wilayah yang membutuhkan intervensi lebih besar dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Penentuan penerima manfaat dan wilayah prioritas berdasarkan data diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus membuat kontribusi BUMN terhadap pengentasan kemiskinan lebih terukur.
Dengan pendekatan tersebut, program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Muhaimin Ingatkan Dana CSR BUMN Jangan Hanya untuk Bantuan Sementara
Muhaimin mengingatkan bahwa pemanfaatan dana CSR BUMN tidak boleh hanya berorientasi pada pemberian bantuan yang bersifat sementara atau sesaat.
Dana CSR harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.
"CSR jangan berhenti pada bantuan yang sifatnya sementara. Kita harus mengarahkannya menjadi instrumen pemberdayaan yang membuka peluang usaha, memperkuat keterampilan, dan membantu masyarakat membangun kemandirian ekonomi," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Ia berharap BUMN sektor pertambangan dan pupuk dapat mengoptimalkan sumber daya, aset perusahaan, serta program tanggung jawab sosial untuk memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui penguatan program pemberdayaan, perluasan lapangan kerja, dan penggunaan data yang tepat sasaran, BUMN diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya




