
Pantau - Sekolah Internet Komunitas di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, membantu masyarakat mengakses teknologi digital untuk mendukung pendidikan, perdagangan, pertanian, dan pariwisata sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan daring.
Komunitas yang berdiri sejak 2024 tersebut digagas oleh pemuda setempat bersama organisasi nirlaba Roa Jaga Roa dan Common Room untuk mengatasi keterbatasan akses internet di wilayah pedesaan.
Koordinator Sekolah Internet Komunitas, Fitri, mengatakan kehadiran jaringan internet telah membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat, termasuk membantu anak-anak sekolah memperoleh akses pembelajaran digital tanpa harus bepergian jauh.
Salah satu kegiatan komunitas berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Alkhairaat Toro pada Selasa (13/10/2026), dengan memberikan edukasi kepada siswa mengenai penggunaan internet yang aman dan bijak.
Pemuda Desa Toro Bangun Sekolah Internet Komunitas Sejak 2024
Sekolah Internet Komunitas dibentuk melalui kerja sama pemuda Desa Toro dengan Roa Jaga Roa dan Common Room.
Pada tahap awal, delapan pengurus memperoleh pelatihan mengenai penggunaan internet, pengoperasian jaringan, hingga pemasangan kabel.
Fitri yang kini berusia 27 tahun mengaku sempat merasa kurang percaya diri ketika harus mempelajari pekerjaan teknis jaringan internet.
Namun, keinginannya untuk menjadikan Desa Toro sebagai contoh desa digital mendorongnya terus terlibat dalam pengembangan komunitas.
Sebelum jaringan internet tersedia secara memadai, sejumlah siswa harus menempuh perjalanan sekitar 85 kilometer menuju Kota Palu untuk mengikuti ujian praktik yang membutuhkan komputer atau koneksi internet.
Perjalanan tersebut juga harus melewati jalan berlubang dan kawasan hutan.
Melalui pengembangan jaringan internet di desa, para siswa kini dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dan ujian tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Akses Internet Bantu Pedagang, Petani, dan Pelaku Pariwisata
Manfaat Sekolah Internet Komunitas tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan, tetapi juga dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Sejumlah ibu rumah tangga yang sebelumnya menjual barang secara langsung dari rumah ke rumah mulai memanfaatkan media sosial dan lokapasar untuk memasarkan produk.
Para petani juga menggunakan internet untuk mencari informasi mengenai waktu tanam, pemilihan pupuk, serta teknik pertanian.
Di sektor pariwisata, akses digital dimanfaatkan masyarakat untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya Desa Toro kepada khalayak yang lebih luas.
Pemanfaatan internet bahkan membantu pekerja bengkel memperoleh referensi teknis untuk memperbaiki kendaraan.
"Para montir bengkel di sini bahkan terkadang melihat tutorial cara memperbaiki sepeda motor lewat YouTube," tutur Fitri.
Meski demikian, Fitri mengakui Desa Toro masih membutuhkan penguatan infrastruktur agar akses internet dapat tersedia secara lebih merata dan terbebas dari wilayah tanpa sinyal atau blank spot.
Sekolah Internet Komunitas Gencarkan Edukasi Cegah Penipuan Daring
Selain membangun jaringan, pengurus Sekolah Internet Komunitas menjadikan literasi digital sebagai kegiatan utama untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan teknologi.
Materi edukasi mencakup pengenalan berita bohong, penggunaan internet secara aman, serta bahaya perjudian dan penipuan daring.
Fitri mengungkapkan bahwa sejumlah warga Desa Toro mengalami kerugian hingga Rp1 miliar akibat penipuan daring pada 2025.
Peristiwa tersebut mendorong pengurus komunitas meningkatkan kegiatan sosialisasi ke berbagai dusun.
"Edukasi ini membuahkan hasil. Di beberapa dusun yang sudah kami datangi, kini tidak ditemukan lagi korban penipuan online," ujar Fitri.
Kegiatan literasi digital juga dilakukan kepada anak-anak sekolah agar mereka dapat mengenali informasi yang benar dan menghindari konten berbahaya.
Saat terjadi pemadaman listrik di dusun tempat kegiatan berlangsung, Fitri bersama pengurus lainnya memanfaatkan fasilitas masjid agar pembelajaran menggunakan laptop dan proyektor tetap dapat dilaksanakan.
Guru MIS Alkhairaat Toro Rasakan Manfaat Pembelajaran Digital
Guru MIS Alkhairaat Toro, Nurlia, mengatakan kehadiran Sekolah Internet Komunitas membantu tenaga pendidik dalam menyusun bahan ajar.
Sebelumnya, para guru harus mendatangi desa lain atau Kota Palu untuk memperoleh jaringan internet yang stabil.
Kini, akses internet membantu guru menggunakan berbagai materi pembelajaran digital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Nurlia juga mengapresiasi para pengurus komunitas yang secara sukarela memberikan pendidikan literasi digital kepada siswa.
"Sekarang anak-anak sedikit banyak sudah bisa memilah mana informasi yang baik dan mana yang buruk," tutur Nurlia.
Meski penggunaan internet semakin berkembang, pihak sekolah tetap melarang siswa membawa telepon genggam selama kegiatan belajar sehari-hari.
Penggunaan perangkat digital hanya diperbolehkan untuk kebutuhan pembelajaran tertentu dengan pengawasan guru.
Sekolah juga mengedukasi orang tua mengenai penggunaan verifikasi dua langkah dan aplikasi pengawasan orang tua atau parental control untuk membantu melindungi anak ketika mengakses internet di rumah.
Pemprov Sulteng Siapkan Rp10,3 Miliar untuk Perluas Internet ke 150 Desa
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Sulawesi Tengah, Wahyu Agus Pratama, menilai Desa Toro sebagai salah satu contoh penerapan desa digital di wilayahnya.
Menurutnya, pengembangan Sekolah Internet Komunitas sejalan dengan program Berani Berdering yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperluas akses internet hingga daerah terpencil.
Pada 2026, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran Rp10,3 miliar untuk pelaksanaan program tersebut.
Sebanyak 150 desa ditargetkan memperoleh jangkauan layanan internet melalui Berani Berdering sepanjang tahun ini.
Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una masing-masing mendapatkan alokasi 15 desa, sedangkan kabupaten lainnya memperoleh kuota 12 desa.
Wahyu menjelaskan bahwa Sigi dan Tojo Una-Una mendapat alokasi lebih besar karena kedua wilayah tersebut baru keluar dari status kabupaten tertinggal.
Ia berharap Sekolah Internet Komunitas di Desa Toro terus mengembangkan potensi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan akses digital melalui program pemerintah provinsi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




