HOME  ⁄  Nasional

Karhutla Picu 277 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 2.106 Tenaga Kesehatan dan 3 Juta Masker

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Karhutla Picu 277 Ribu Kasus ISPA, Kemenkes Kerahkan 2.106 Tenaga Kesehatan dan 3 Juta Masker
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati. ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan..)

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan dan menyalurkan sekitar 3 juta masker untuk menangani dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan menyusul memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak serta meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang secara kumulatif mencapai 277.075 kasus hingga 12 Oktober 2026.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan pemerintah telah memperkuat pelayanan medis, sistem rujukan, dan pemantauan penyakit di daerah terdampak karhutla.

"Merespons situasi ini, pemerintah telah memobilisasi 2.106 tenaga kesehatan dan memperkuat layanan kesehatan, sistem rujukan, serta pemantauan penyakit di wilayah terdampak," kata Widyawati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Kemenkes Distribusikan Jutaan Masker dan Peralatan Medis

Selain mengerahkan tenaga kesehatan, Kemenkes menyalurkan berbagai perlengkapan medis untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak kabut asap.

Bantuan tersebut mencakup sekitar 3 juta masker, alat konsentrator oksigen, obat-obatan, serta alat pelindung diri (APD).

Distribusi logistik kesehatan dilakukan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki perlengkapan yang diperlukan dalam menangani pasien.

Pemerintah juga memperkuat sistem rujukan agar masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh pelayanan medis.

Pengerahan tenaga kesehatan dan distribusi perlengkapan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap meningkatnya ancaman gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

Sebanyak 13 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya

Widyawati menjelaskan bahwa pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan di sejumlah daerah terdampak karhutla.

Berdasarkan hasil pemantauan melalui 37 stasiun Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sebanyak 13 wilayah tercatat berada dalam kategori berbahaya.

Sementara itu, 11 wilayah masuk kategori sangat tidak sehat dan 13 wilayah lainnya berada pada kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya risiko paparan polusi udara bagi masyarakat di kawasan terdampak kebakaran.

Penurunan kualitas udara menjadi salah satu alasan pemerintah mempercepat pengerahan tenaga medis dan bantuan kesehatan.

Kasus ISPA Capai 277.075, Sebanyak 62.400 Menimpa Balita

Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat terlihat dari tingginya jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 277.075 kasus ISPA secara kumulatif di wilayah terdampak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus dialami anak-anak berusia 0 hingga 5 tahun.

Tingginya jumlah kasus pada kelompok balita menjadi perhatian dalam penanganan dampak kesehatan akibat karhutla.

Kemenkes terus memperkuat pemantauan penyakit dan pelayanan kesehatan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan di 63 Kabupaten dan Kota

Penanganan dampak kesehatan karhutla dilakukan di 63 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi.

Pemerintah memprioritaskan penguatan kapasitas tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta perlengkapan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Dukungan alat konsentrator oksigen juga disiapkan untuk membantu pelayanan pasien yang membutuhkan penanganan gangguan pernapasan.

Melalui pengerahan personel dan distribusi logistik tersebut, Kementerian Kesehatan berupaya menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026