HOME  ⁄  Nasional

AHY Ingatkan Pembangunan Pusat Data AI Jangan Ancam Pasokan Air dan Energi Masyarakat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

AHY Ingatkan Pembangunan Pusat Data AI Jangan Ancam Pasokan Air dan Energi Masyarakat
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta, Kamis 15/10/2026 (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan bahwa pembangunan pusat data atau data center di Indonesia harus memperhitungkan dampak lingkungan, terutama terhadap ketersediaan air dan energi bagi masyarakat sekitar.

AHY menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur digital tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan industri, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan sumber daya alam yang digunakan untuk mendukung operasional fasilitas tersebut.

Pernyataan itu disampaikan AHY di Jakarta, Kamis (15/10/2026), setelah membahas kebutuhan air dalam rapat koordinasi swasembada air nasional.

Menurut AHY, tingginya kebutuhan air untuk operasional pusat data menjadi salah satu persoalan penting yang harus diperhitungkan secara matang sebelum pembangunan fasilitas dilakukan.

"(Data center) memang membutuhkan air dalam jumlah yang besar. Yang tadi kami tekankan dalam rapat koordinasi swasembada air nasional adalah jangan sampai pendiriannya itu tidak menghitung secara detail dan mempertimbangkan dampak-dampak lingkungan yang muncul akibat berdirinya data center itu," ujar AHY.

AHY Minta Pembangunan Pusat Data Tidak Ganggu Kebutuhan Air Warga

AHY menjelaskan bahwa setiap rencana pembangunan pusat data harus disertai kajian terperinci mengenai kebutuhan sumber daya serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi.

Menurutnya, kewajiban mempertimbangkan dampak lingkungan tidak hanya berlaku bagi pembangunan pusat data, tetapi juga seluruh sektor industri, termasuk industri berbasis teknologi digital.

Ia menyebut perkembangan industri pusat data saat ini menjadi tren global seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur teknologi, layanan digital, dan komputasi.

Namun, pertumbuhan tersebut turut menghadirkan tantangan lingkungan yang tidak hanya dihadapi Indonesia, tetapi juga berbagai negara maju.

Salah satu tantangan utama adalah memastikan ketersediaan air dan energi tetap mencukupi untuk kebutuhan industri tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap sumber daya tersebut.

AHY mengingatkan agar pembangunan pusat data tidak menimbulkan persaingan pemanfaatan air dan energi yang merugikan masyarakat di sekitar fasilitas.

Pemerintah, menurutnya, harus mampu mengelola kebutuhan air secara proporsional di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas industri.

Transformasi Digital Indonesia Harus Sejalan dengan Swasembada Air

AHY menilai transformasi digital, ekonomi digital, dan keuangan digital akan menjadi bagian penting dari perkembangan perekonomian Indonesia dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun mendatang.

Karena itu, pengembangan infrastruktur digital perlu diimbangi dengan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa percepatan transformasi digital tidak boleh menimbulkan persoalan baru berupa keterbatasan pasokan air bagi masyarakat maupun sektor produktif lainnya.

"Jangan sampai masa depan kita, transformasi digital yang terus kita galakkan, termasuk ekonomi digital, keuangan digital yang harus menjadi mainstream dari ekonomi Indonesia 10–20 tahun ke depan, ini mendapatkan tantangan baru dalam bentuk kecukupan air yang harus dibagi secara proporsional antara kebutuhan untuk manusia, kebutuhan untuk sawah dan pertanian perkebunan kita, dan juga air untuk hewan ternak termasuk juga tentunya untuk industri yang saya sebutkan tadi," ujar AHY.

Menurut AHY, pembagian pemanfaatan air harus memperhatikan kebutuhan rumah tangga, persawahan, pertanian, perkebunan, peternakan, serta kegiatan industri.

Pembangunan pusat data menjadi salah satu kegiatan industri yang memerlukan perhatian khusus karena fasilitas tersebut dapat membutuhkan air dalam jumlah besar untuk mendukung operasionalnya.

Dengan meningkatnya kebutuhan air nasional, pemerintah perlu memastikan pembangunan industri digital tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan ketahanan sektor pangan.

Menkomdigi Meutya Hafid Dorong Koordinasi Sebelum Izin Pusat Data AI Diterbitkan

Sejalan dengan pernyataan AHY, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa pembangunan pusat data kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) harus memperhatikan ketersediaan energi dan air.

Meutya mengingatkan agar pengembangan fasilitas pusat data AI tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan sumber daya bagi masyarakat.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan sebelum penerbitan izin pembangunan pusat data untuk memastikan keseimbangan antara kebutuhan komputasi dan ketersediaan sumber daya pendukung.

Koordinasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kebutuhan teknologi, konektivitas internet, pasokan energi, hingga ketersediaan air di wilayah pembangunan.

Dalam proses perencanaan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memiliki peran untuk memetakan kebutuhan komputasi nasional.

Pemetaan tersebut meliputi jumlah pengguna internet serta identifikasi wilayah yang memiliki konektivitas memadai untuk mendukung pembangunan dan operasional pusat data.

Hasil pemetaan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan lokasi pembangunan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan infrastruktur digital Indonesia.

Investasi Pusat Data Meningkat, Pemerintah Antisipasi Kelebihan Kapasitas

Meutya menjelaskan bahwa kebutuhan pembangunan pusat data di Indonesia terus meningkat seiring perkembangan situasi geopolitik global.

Perubahan kondisi geopolitik turut mendorong semakin banyak perusahaan global masuk dan menanamkan investasi di Indonesia, termasuk dalam pengembangan infrastruktur pusat data.

Meski peluang investasi terus bertambah, Meutya menekankan pentingnya perencanaan pembangunan berdasarkan kebutuhan komputasi nasional yang terukur.

Pemerintah perlu memastikan pembangunan pusat data tidak mengakibatkan kelebihan kapasitas yang tidak sejalan dengan kebutuhan pengguna dan perkembangan industri digital.

Penataan tersebut juga diperlukan agar investasi infrastruktur digital tetap mempertimbangkan ketersediaan energi, sumber daya air, dan kepentingan masyarakat sekitar.

Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah berupaya memastikan pembangunan pusat data dan pengembangan teknologi AI dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

AHY dan Meutya sama-sama menekankan pentingnya keseimbangan antara percepatan transformasi digital, pertumbuhan investasi, serta pemenuhan kebutuhan air dan energi masyarakat.

Dengan perencanaan yang matang, pengembangan industri pusat data diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap sumber daya alam.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026