
Pantau - Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) memperketat pengawasan seleksi calon taruna dan taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) 2026 untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari praktik kolusi maupun manipulasi.
Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan mengatakan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan terhadap proses seleksi yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Imipas.
"Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Kami terus berupaya memastikan Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Poltekimipas Tahun 2026 berlangsung secara bersih, transparan, dan akuntabel," kata Rudi dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, setiap peserta harus memperoleh kesempatan yang adil untuk menunjukkan kemampuan masing-masing selama mengikuti seleksi.
Irjen Kemenimipas Pantau Langsung Pemeriksaan Kesehatan
Rudi meninjau langsung pelaksanaan seleksi kesehatan dan pengamatan fisik calon taruna Poltekimipas di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Depok, Kamis (15/10/2026).
Rangkaian pemeriksaan kesehatan tersebut berlangsung pada 14 hingga 16 Oktober 2026.
Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta pemeriksaan fisik oleh dokter umum.
Peserta juga menjalani pemeriksaan gigi, penglihatan, elektrokardiogram (EKG), radiologi, pengambilan sampel darah, dan pemeriksaan urine.
Sehari sebelum kunjungan Rudi, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher turut melakukan pengawasan langsung pada Rabu (14/10/2026).
Keterlibatan Ombudsman bertujuan memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan dan prinsip objektivitas.
Kemenimipas Tegaskan Seleksi Bebas Kolusi dan Pungutan Biaya
Rudi mengingatkan panitia seleksi agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab.
Ia juga meminta tim pengawas mengoptimalkan pengawasan untuk mencegah potensi penyimpangan dalam setiap tahapan.
"Kami telah berpesan kepada seluruh panitia agar melaksanakan proses seleksi kesehatan jasmani ini sebaik-baiknya. Tidak ada kolusi, tidak ada manipulasi, dan tidak dipungut biaya. Kami berharap seluruh peserta dapat membuktikan bahwa mereka memiliki kondisi kesehatan dan kemampuan jasmani yang sesuai dengan persyaratan," ucapnya.
Rudi menekankan bahwa peserta harus mengandalkan kemampuan sendiri selama mengikuti proses seleksi.
Ia juga mengingatkan bahwa seleksi Poltekimipas merupakan tahap awal bagi calon aparatur negara yang akan bertugas di bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
"Pada kesempatan ini mewakili Bapak Menteri menyampaikan pesan beliau bahwa kalian adalah harapan kami semua, harapan Bapak Menteri, harapan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, bahkan harapan Indonesia," ujarnya.
Pengawasan Seleksi Gunakan Dasbor Digital
Kemenimipas turut memanfaatkan sistem Live Dashboard Seleksi Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik untuk mendukung pengawasan.
Sistem tersebut menyediakan informasi pelaksanaan seleksi, termasuk rekapitulasi kehadiran peserta secara waktu nyata.
Dasbor juga memberikan akses terhadap dokumen dan regulasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi.
Selain itu, sistem memuat rekapitulasi penilaian setelah seluruh proses pemeriksaan dan penilaian selesai dilakukan.
Pemanfaatan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu pengawas memantau pelaksanaan seleksi secara lebih terstruktur.
Tes Jasmani Calon Taruna Dijadwalkan 19 Oktober 2026
Pengawasan Kemenimipas akan berlanjut pada tahapan berikutnya, termasuk tes jasmani yang dijadwalkan berlangsung Senin (19/10/2026).
Rudi menegaskan komitmen kementerian untuk mempertahankan transparansi hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.
“Kemenimipas berkomitmen penuh menjaga proses ini tetap transparan demi mencetak calon taruna-taruni yang berintegritas," ucapnya.
Melalui pengawasan internal, keterlibatan Ombudsman, dan pemanfaatan sistem digital, Kemenimipas berupaya memastikan seleksi calon taruna Poltekimipas 2026 berlangsung sesuai aturan.
- Penulis :
- Gerry Eka




