HOME  ⁄  Nasional

Pemprov NTB Targetkan Rekonstruksi Dusun Adat Sade Rampung Desember 2026, Sebanyak 45 Rumah Mulai Dibangun Pascakebakaran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemprov NTB Targetkan Rekonstruksi Dusun Adat Sade Rampung Desember 2026, Sebanyak 45 Rumah Mulai Dibangun Pascakebakaran
Foto: Rehabilitasi dan rekonstruksi Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pasca-kebakaran pada 22 Agustus ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun 2026.

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi Dusun Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, rampung pada akhir Desember 2026 setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran pada 22 Agustus 2026.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi NTB Lalu Mohamad Faozal mengatakan pemerintah berupaya mempercepat pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berdasarkan perkembangan hingga 15 Oktober 2026, sekitar 45 rumah adat telah mulai dibangun secara bertahap melalui gotong royong warga.

"Pemulihan Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar. Kita ingin kehidupan masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak, dan warisan budaya tetap terjaga. Karena itu seluruh dukungan harus dikelola secara terpadu agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Faozal di Mataram, Minggu (18/10/2026).

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan yang telah direncanakan dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Sebanyak 45 Rumah Adat Sade Mulai Dibangun Kembali

Faozal menjelaskan bahwa proses rekonstruksi Dusun Adat Sade terus berjalan sejak dimulainya pembangunan kembali pada September 2026.

Pembangunan secara resmi dimulai pada 3 September 2026 melalui Tradisi Nyemulak yang ditandai dengan pemasangan tiang pertama rumah adat dan Masjid Sade.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan kembali kawasan adat yang terdampak kebakaran.

Pemerintah mencatat sekitar 45 rumah adat telah memasuki tahap pembangunan hingga pertengahan Oktober 2026.

"Berdasarkan pembaruan lapangan per 15 Oktober 2026, sekitar 45 rumah adat telah mulai dibangun secara bertahap melalui gotong royong masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan fasilitas bersama juga menjadi bagian dari perkembangan rekonstruksi, termasuk masjid dan museum. Namun, pekerjaan masih berlangsung dan kebutuhan lanjutan tetap perlu dipetakan sesuai kondisi setiap bangunan dan keluarga terdampak," kata Faozal.

Selain rumah warga, pembangunan kembali fasilitas bersama seperti masjid dan museum juga menjadi bagian dari program pemulihan kawasan.

Pemerintah masih melakukan pemetaan kebutuhan lanjutan berdasarkan kondisi bangunan dan keluarga yang terdampak kebakaran.

Pemprov NTB Bentuk Satgas untuk Percepat Rekonstruksi

Sejak kebakaran terjadi pada 22 Agustus 2026, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri melakukan koordinasi penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.

Upaya tersebut kemudian dilanjutkan melalui tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, dan warga setempat.

Untuk memperkuat koordinasi, Pemprov NTB membentuk Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dusun Adat Sade.

Pembentukan satuan tugas tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-400 Tahun 2026 tertanggal 26 Agustus 2026.

Satuan tugas dibentuk untuk mendukung koordinasi pelaksanaan pembangunan kembali kawasan adat dan pemulihan masyarakat.

Pemerintah berharap seluruh pihak dapat bekerja secara terpadu agar proses rekonstruksi berjalan sesuai target.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Dukung Pemulihan Sade

Faozal mengatakan pemerintah pusat turut memberikan dukungan dalam proses pemulihan Dusun Adat Sade.

Kementerian Kebudayaan memberikan perhatian terhadap rekonstruksi rumah adat serta penataan kawasan.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata mendukung pemulihan penghidupan masyarakat melalui bantuan peralatan usaha.

Bantuan tersebut ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perajin tenun, serta perajin non-tenun.

Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat kembali menjalankan kegiatan ekonomi setelah kebakaran.

Di tingkat daerah, Pemprov NTB bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat.

ITDC juga terlibat dalam mengoordinasikan dukungan dari badan usaha milik negara (BUMN) dan ekosistem Mandalika.

Sejumlah perusahaan, lembaga, komunitas, perguruan tinggi, dan donatur turut memberikan bantuan berupa dukungan pembangunan, peralatan rekonstruksi, bantuan sosial, serta pemulihan kegiatan ekonomi.

Pemerintah Targetkan Kehidupan Warga dan Wisata Budaya Pulih Akhir Tahun

Pemprov NTB menegaskan bahwa rekonstruksi Dusun Adat Sade tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik.

Pemerintah juga menempatkan pemulihan aktivitas ekonomi dan pelestarian identitas budaya sebagai bagian penting dari program tersebut.

Faozal menyebut keterlibatan masyarakat melalui gotong royong menjadi salah satu faktor yang mendukung pembangunan kembali kawasan adat.

"Semangat gotong royong yang tumbuh di Sade adalah modal besar untuk bangkit. Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi dan mengawal kebutuhan rekonstruksi. Harapan kita pada akhir Desember 2026 seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan sehingga masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman, kegiatan ekonomi pulih, dan identitas budaya Sade tetap lestari," katanya.

Pemerintah akan terus mengoordinasikan kebutuhan pembangunan dan bantuan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, Pemprov NTB berharap warga Dusun Adat Sade dapat kembali menjalankan kehidupan sehari-hari dengan aman sekaligus mempertahankan warisan budaya setempat.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026