
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun sebaran asap di wilayah ibu kota dilaporkan mulai berkurang sejak Jumat (16/10/2026).
Warga diminta menjaga kesehatan, memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah, serta menggunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar ruangan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengatakan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus memperhatikan kondisi udara dan risiko gangguan kesehatan.
“Pemprov DKI Jakarta akan terus menyampaikan informasi terkini berdasarkan data akurat dari BMKG dan instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetap waspada, dan mengutamakan kesehatan bersama,” kata Chico di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Warga Jakarta Diminta Gunakan Masker N95 atau KN95
Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan sejumlah imbauan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah penggunaan masker N95 atau KN95 ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta memantau kondisi kualitas udara melalui informasi resmi yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup, serta Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Pemantauan tersebut diperlukan agar warga dapat menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi udara terkini.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau kegiatan lain yang dapat menambah pencemaran udara.
Anak-Anak, Lansia, dan Ibu Hamil Diminta Kurangi Aktivitas Berat
Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara.
Kelompok tersebut mencakup anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan atau penyakit penyerta.
Mereka diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan untuk membatasi paparan udara yang berpotensi tercemar.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk.
Selain membatasi aktivitas, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Warga Bisa Hubungi Layanan Darurat Jakarta Siaga 112
Chico mengingatkan warga agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan.
Masyarakat dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
“Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan. Hubungi layanan darurat Jakarta Siaga di nomor 112 jika membutuhkan bantuan cepat. Hindari juga membakar sampah atau aktivitas yang menambah polusi udara,” papar Chico.
Layanan darurat Jakarta Siaga melalui nomor 112 dapat dihubungi warga yang membutuhkan bantuan cepat.
Pemprov DKI juga meminta masyarakat menghindari kegiatan yang dapat memperburuk pencemaran udara di lingkungan sekitar.
Sebaran Asap Karhutla Berkurang, Pemprov DKI Tetap Lakukan Mitigasi
Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jakarta dilaporkan telah berkurang sejak Jumat (16/10/2026).
Meski demikian, pemerintah daerah tetap melanjutkan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi perubahan kondisi udara.
Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan data dari BMKG dan instansi terkait.
Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pernapasan akibat pencemaran udara.
- Penulis :
- Aditya Yohan




