
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memperkuat budaya pemilahan sampah dan literasi di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus kualitas sumber daya manusia (SDM), Senin (19/10/2026).
Wakil Bupati Kepulauan Seribu Aceng Zaeni mengatakan pembiasaan memilah sampah sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk karakter pelajar yang peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami menekankan pentingnya pembiasaan memilah sampah organik, anorganik dan residu secara konsisten di lingkungan sekolah,” kata Aceng di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Penguatan program tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah mengunjungi SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung dan SMAN 69 Jakarta di Pulau Pramuka beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data pemerintah daerah, gerakan pemilahan sampah dari sumber oleh masyarakat Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen.
Pemkab Dorong Pelajar Biasakan Pilah Sampah Sejak Dini
Aceng menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Melalui pembiasaan tersebut, pelajar didorong untuk memahami perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu agar pengelolaannya dapat dilakukan dengan lebih baik.
Pemerintah daerah berharap kebiasaan memilah sampah tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari para pelajar.
Pembentukan karakter peduli lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan SDM Kepulauan Seribu yang berkualitas.
Selain melibatkan sekolah, pemerintah daerah menekankan perlunya kerja sama berbagai pihak untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan.
"Kolaborasi seluruh pihak masih diperlukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah kepulauan," kata Aceng.
Pengelolaan Sampah Berjalan di 11 Pulau Berpenduduk
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat bahwa kegiatan pengelolaan sampah saat ini telah berlangsung di 11 pulau berpenduduk.
Salah satu bentuk pemanfaatan sampah organik dilakukan di Pulau Untung Jawa melalui pengembangan pakan ternak.
Program tersebut memanfaatkan sampah organik sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah yang harus ditangani.
Aceng menyebut pemanfaatan sampah organik untuk ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi salah satu langkah penanganan sampah di wilayah tersebut.
“Ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan sudah siap menjadi solusi dalam penanganan sampah organik," ujarnya.
Pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemilahan sampah untuk meningkatkan capaian pengelolaan dari sumbernya.
Pemkab Kepulauan Seribu Perkuat Layanan Perpustakaan Sekolah
Selain pengelolaan sampah, Pemkab Kepulauan Seribu memberikan perhatian terhadap peningkatan budaya literasi melalui pengembangan fasilitas perpustakaan.
Aceng menilai layanan perpustakaan perlu diperkuat dengan menyediakan koleksi bacaan yang sesuai kebutuhan pengunjung dari berbagai kelompok usia.
Pemerintah daerah juga mendorong penyediaan ruang baca yang nyaman dan inklusif agar masyarakat memiliki akses lebih baik terhadap bahan bacaan.
“Kolaborasi dengan perangkat daerah terkait perlu terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana ruang baca yang representatif,” katanya.
Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebiasaan membaca sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Kunjungan Perpustakaan Capai 70 Orang Setiap Hari
Kepala Seksi Perpustakaan dan Kearsipan UKT 1 Kepulauan Seribu, Agung Putranto, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan rata-rata mencapai 70 orang per hari.
Menurut Agung, tingkat kunjungan tersebut menjadi dasar bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menyesuaikan koleksi buku dengan kebutuhan pembaca.
“Tingginya jumlah kunjungan menjadi momentum bagi kami untuk terus menyempurnakan layanan perpustakaan,” katanya.
Pihaknya berencana menambah koleksi buku cerita bergambar yang bersifat edukatif bagi anak taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).
Selain itu, perpustakaan juga akan menyediakan lebih banyak buku pengayaan wawasan bagi pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).
Penyesuaian koleksi dilakukan agar bahan bacaan yang tersedia sesuai dengan usia dan kebutuhan pengunjung.
“Koleksi buku yang beragam dan ruang baca yang nyaman diharapkan membuat pengunjung betah membaca, sehingga perpustakaan dapat berperan optimal dalam menambah wawasan masyarakat Kepulauan Seribu,” katanya.
Melalui penguatan budaya memilah sampah dan peningkatan layanan literasi, Pemkab Kepulauan Seribu berupaya membangun kebiasaan peduli lingkungan sekaligus memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




