HOME  ⁄  Nasional

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Bea Cukai Berikan Asistensi Ekspor di Berbagai Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, Bea Cukai Berikan Asistensi Ekspor di Berbagai Daerah
Foto: (Sumber :Bea Cukai terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional melalui program asistensi dan pendampingan ekspor di sejumlah daerah, termasuk Bekasi, Banyuwangi, dan Bogor.)

Pantau - Jakarta, 19-10-2026 – Dukung potensi ekspor produk kerajinan dan makanan olahan, Bea Cukai melalui Bea Cukai Bekasi, Bea Cukai Banyuwangi, dan Bea Cukai Bogor memberikan asistensi dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Asistensi dilakukan melalui kunjungan langsung kepada pelaku usaha untuk menggali potensi ekspor, mengidentifikasi kendala, serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi trade facilitator dan industrial assistance dalam mendukung pengembangan usaha serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menyampaikan bahwa pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar pelaku UMKM semakin memahami prosedur ekspor dan mampu memanfaatkan peluang pasar internasional.

“Bea Cukai tidak hanya berperan dalam pengawasan dan penegakan ketentuan kepabeanan, tetapi juga mendukung pelaku usaha melalui asistensi dan pendampingan ekspor. Kami berharap UMKM dapat memanfaatkan dukungan ini untuk mengatasi kendala yang dihadapi, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Netty.

Di Bekasi, Bea Cukai mengunjungi dua UMKM binaan, yakni CV Prima Jaya dan CV Afiyah Dunara, pada 24–25 September 2026. Kedua pelaku usaha tersebut telah mengembangkan produk yang menjangkau pasar luar negeri dengan karakteristik berbeda.

CV Prima Jaya, melalui merek Rendang Oma Keenan, mengembangkan produk makanan siap saji dalam kemasan dengan varian rendang dan cumi sambal balado hijau. Usaha yang dirintis Helmiati Wahas setelah pensiun tersebut telah melakukan ekspor sejak 2021, dengan Selandia Baru sebagai salah satu negara tujuan. Perusahaan juga berencana memperluas pasar ke Australia.

Sementara itu, CV Afiyah Dunara yang dikelola Rita dan Rini memproduksi kerajinan dan anyaman berbahan kelapa. Produk perusahaan tersebut telah menjangkau sejumlah pasar internasional, termasuk Prancis, Jerman, dan negara-negara Uni Eropa lainnya. Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai Bekasi memberikan asistensi terkait tata cara kepabeanan, perizinan, dan legalitas ekspor untuk mendukung pengembangan usaha.

Di Banyuwangi, Bea Cukai melakukan kunjungan dan asistensi kepada PT Ijen Lestari di Kecamatan Srono, produsen biji kopi lokal, serta PT Mivida Sun Global di Kecamatan Sempu, perusahaan pengolahan kayu yang menghasilkan produk seperti finger joint laminated, gagang sapu, dan palet kayu. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi komoditas unggulan daerah sekaligus membahas prosedur ekspor dan kendala yang dihadapi pelaku usaha.

Sementara itu, di Bogor, Bea Cukai mendampingi CV Kahla Global Persada dan PT Gemilang Agro Inovasi yang telah mengembangkan produk pangan olahan untuk pasar internasional. CV Kahla Global Persada memproduksi keripik tempe bermerek KAHLA dan telah melakukan ekspor perdana ke Kanada pada 2016. Produknya kini dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Norwegia, Belanda, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

PT Gemilang Agro Inovasi, melalui merek Yammy Babeh, mengembangkan keripik singkong dengan beragam varian rasa. Produk tersebut telah menembus pasar Brunei Darussalam sejak 2025. Perusahaan juga mengembangkan produk olahan pertanian lainnya dan menjajaki peluang pemasaran ke Afrika Selatan melalui penandatanganan letter of intent (LoI).

Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan beragam potensi produk lokal yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Di sisi lain, pelaku usaha juga menghadapi tantangan, mulai dari pemasaran digital, perluasan jaringan pembeli, hingga pemenuhan persyaratan ekspor dan administrasi kepabeanan.

Melalui program Klinik Ekspor dan kegiatan Customs Visit Customer (CVC), Bea Cukai memberikan ruang konsultasi bagi pelaku usaha untuk memahami ketentuan ekspor, mengidentifikasi solusi atas kendala yang dihadapi, serta memperoleh informasi mengenai fasilitas kepabeanan yang relevan. Dukungan tersebut sejalan dengan program pemberdayaan UMKM Bea Cukai yang mencakup edukasi, asistensi, dan fasilitasi akses pasar ekspor.

Ke depan, pendampingan diharapkan dapat membantu semakin banyak UMKM meningkatkan kesiapan ekspor, memperluas jangkauan pemasaran, dan mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah. Dengan demikian, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar internasional sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026