
Pantau - Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Perhubungan mengintensifkan pemeliharaan rambu suar di sejumlah perairan untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal penumpang, dan kapal wisata.
Hingga Senin (19/10/2026), sebanyak enam dari delapan rambu suar yang telah diperiksa dinyatakan selesai menjalani pemeliharaan.
Analis Pembangunan Pelabuhan Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu, Bima Dwi Haryudi, mengatakan pekerjaan tersebut telah berlangsung sejak September 2026 dengan progres keseluruhan mencapai 70 persen.
“Dari delapan rambu suar yang diperiksa, enam di antaranya telah selesai dipelihara, termasuk sejumlah rambu suar di perairan Pulau Kelapa dan Pulau Panggang,” kata Bima di Jakarta, Senin.
Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) tetap berfungsi optimal dalam membantu kapal melintasi perairan Kepulauan Seribu.
Enam Rambu Suar Selesai Dipelihara, Petugas Ganti Lampu dan Panel Surya
Bima menjelaskan bahwa pemeliharaan rambu suar mencakup pemeriksaan dan perbaikan sejumlah komponen utama yang menunjang sistem navigasi pelayaran.
Petugas melakukan penggantian lampu suar atau marine lantern untuk memastikan cahaya penanda tetap terlihat oleh kapal yang melintas.
Selain itu, pemeliharaan meliputi peremajaan panel surya dan baterai penyimpan daya agar sistem penerangan dapat beroperasi secara optimal.
Petugas juga melakukan kalibrasi sistem kedip atau flashing character yang menjadi salah satu karakteristik penanda navigasi.
Pada bagian struktur, pemeliharaan dilakukan melalui pengecatan dan pelapisan antikarat pada menara baja.
Langkah tersebut bertujuan mencegah korosi akibat paparan air laut yang dapat merusak struktur rambu suar.
Pemeliharaan Dilanjutkan ke Pulau Tidung, Harapan, dan Sepa
Setelah menyelesaikan pekerjaan di kawasan Pulau Kelapa dan Pulau Panggang, petugas dijadwalkan melanjutkan pemeliharaan ke sejumlah lokasi lainnya.
Wilayah berikutnya yang menjadi sasaran pemeliharaan meliputi perairan Pulau Tidung, Pulau Harapan, dan Pulau Sepa.
Sudin Perhubungan Kepulauan Seribu menargetkan seluruh pekerjaan pemeliharaan selesai pada akhir Oktober 2026.
Namun, pelaksanaan kegiatan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang di wilayah perairan Kepulauan Seribu.
Bima mengatakan keselamatan petugas dan kelancaran pekerjaan menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu pemeliharaan di lapangan.
Rambu Suar Penting untuk Hindari Karang dan Perairan Dangkal
Menurut Bima, rambu suar memiliki fungsi penting sebagai alat bantu kapal dalam menentukan posisi dan arah pelayaran.
Sarana tersebut juga digunakan untuk menandai kawasan perairan yang berpotensi membahayakan kapal, seperti gugusan karang, gosong, dan perairan dangkal.
Keberadaan rambu suar yang berfungsi baik diperlukan untuk membantu nakhoda mengenali jalur pelayaran, khususnya ketika jarak pandang terbatas.
"Keberadaan sarana ini penting untuk mendukung keselamatan kapal nelayan, kapal penumpang, maupun kapal wisata," ungkapnya.
Bima menegaskan bahwa pemeliharaan dilakukan agar seluruh jalur pelayaran tetap dapat dilalui dengan aman, termasuk pada malam hari.
"Kami ingin memastikan jalur pelayaran di Kepulauan Seribu aman dilintasi, terutama pada malam hari," kata Bima.
Nelayan Pulau Kelapa Sambut Perbaikan Rambu Suar
Nelayan asal Pulau Kelapa, Maulana, mengatakan keberadaan rambu suar sangat membantu aktivitas nelayan saat berangkat maupun kembali dari laut pada dini hari.
Menurutnya, cahaya rambu suar menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengenali jalur masuk dan keluar pulau ketika kondisi masih gelap.
Ia menjelaskan bahwa lampu suar yang redup atau tidak berfungsi dapat meningkatkan risiko kecelakaan kapal.
Risiko tersebut semakin besar karena terdapat banyak karang dangkal di sekitar jalur pelayaran menuju kawasan permukiman pulau.
"Cahaya suar yang terang menjadi patokan utama kami saat pulang melaut dalam kondisi gelap. Adanya perbaikan ini membuat kami merasa jauh lebih aman," kata dia.
Pemkab Kepulauan Seribu menargetkan pemeliharaan seluruh rambu suar yang direncanakan dapat diselesaikan sebelum akhir Oktober 2026 guna mendukung keselamatan pelayaran masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




