HOME  ⁄  Nasional

Dua Mahasiswa UNG Raih Penghargaan Internasional Lewat Desain Hunian Pascabencana Adaptif KALA-REKA

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dua Mahasiswa UNG Raih Penghargaan Internasional Lewat Desain Hunian Pascabencana Adaptif KALA-REKA
Foto: (Sumber :Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil meraih penghargaan internasional pada desain hunian pascabencana adaptif di kompetisi tingkat dunia. Keduanya Muhammad Ikhsan dari Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung dan Risky Husain dari Program Studi S1 Arsitektur Fakultas Teknik. ANTARA/HO-UNG.)

Pantau - Dua mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil meraih penghargaan internasional melalui inovasi desain hunian pascabencana adaptif dan berkelanjutan bertajuk KALA-REKA dalam ajang Taiwan International Student Design Competition (TISDC) 2026.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Ikhsan dari Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung dan Risky Husain dari Program Studi S1 Arsitektur Fakultas Teknik UNG.

Karya KALA-REKA berhasil masuk dalam jajaran pemenang kompetisi desain mahasiswa tingkat dunia untuk kategori Architecture & Landscape Design atau Desain Arsitektur dan Lanskap.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Profesor Mohamad Amir Arham, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kedua mahasiswa yang mampu membawa gagasan desain hunian pascabencana ke tingkat internasional.

"Gagasan hunian pascabencana yang adaptif dan berkelanjutan, membuat keduanya berhasil membawa karya mereka ke panggung desain internasional," kata Amir di Kota Gorontalo, Selasa (20/10/2026).

KALA-REKA Angkat Konsep Hunian Pascabencana Adaptif dan Berkelanjutan

Karya KALA-REKA yang dikembangkan Muhammad Ikhsan dan Risky Husain mengangkat gagasan hunian pascabencana yang mengedepankan kemampuan adaptasi dan keberlanjutan.

Konsep tersebut berkaitan dengan kebutuhan penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperhatikan tantangan lingkungan dalam perancangan hunian.

Melalui karya tersebut, kedua mahasiswa UNG mengangkat persoalan kebencanaan ke dalam bidang arsitektur dan desain lanskap.

Pengembangan KALA-REKA juga merupakan hasil dari proses penyusunan dan penyempurnaan karya yang dilakukan secara berkelanjutan.

Amir menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Fakultas Teknik UNG dalam mengembangkan gagasan desain yang relevan dengan persoalan global.

Menurutnya, isu kebencanaan dan keberlanjutan menjadi bagian penting yang dapat diangkat melalui inovasi di bidang arsitektur.

"Keberhasilan KALA-REKA menembus jajaran pemenang merupakan sebuah kebanggaan, ini menunjukkan karya mahasiswa UNG dapat bersaing dengan karya inovatif lainnya di level internasional,” katanya.

Kompetisi Desain Internasional TISDC 2026 Mengusung Tema Ketangguhan

Ajang Taiwan International Student Design Competition merupakan kompetisi desain berskala internasional yang diikuti mahasiswa dari berbagai negara.

Kompetisi tersebut mendapat dukungan dari World Design Organization (WDO), organisasi internasional yang bergerak dalam pengembangan bidang desain.

Pada penyelenggaraan 2026, TISDC mengangkat tema Resilience atau ketangguhan yang menjadi dasar pengembangan karya para peserta.

Tema tersebut mencakup berbagai pendekatan desain yang berkaitan dengan kemampuan menghadapi perubahan dan tantangan.

Kompetisi TISDC 2026 mempertandingkan sejumlah bidang desain, mulai dari desain produk, desain visual, animasi digital, arsitektur dan lanskap, hingga desain fesyen.

Muhammad Ikhsan dan Risky Husain mengikuti kategori Desain Arsitektur dan Lanskap melalui karya KALA-REKA yang berfokus pada hunian pascabencana.

Keberhasilan karya tersebut meraih penghargaan menjadi salah satu capaian mahasiswa Indonesia dalam kompetisi desain internasional pada 2026.

Fakultas Teknik UNG Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi Berkelas Dunia

Dekan Fakultas Teknik UNG, Profesor Sardi Salim, mengatakan keberhasilan Muhammad Ikhsan dan Risky Husain menunjukkan pentingnya keterpaduan antara kegiatan akademik, pembimbingan, dan keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi.

Menurutnya, proses pendidikan di perguruan tinggi memiliki peran dalam mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif.

Prestasi tersebut juga menjadi bagian dari capaian Fakultas Teknik UNG dalam mendorong mahasiswa berpartisipasi pada ajang kompetisi di luar lingkungan kampus.

Pihak fakultas berharap penghargaan yang diraih melalui karya KALA-REKA dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan gagasan dan kemampuan di bidang masing-masing.

Mahasiswa UNG, khususnya di lingkungan Fakultas Teknik, diharapkan semakin aktif mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan Muhammad Ikhsan dan Risky Husain melalui desain hunian pascabencana KALA-REKA sekaligus menunjukkan bahwa isu kebencanaan dapat menjadi dasar pengembangan karya arsitektur yang mendapat pengakuan di tingkat dunia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026