
Pantau - Seorang petani bernama Ibrahim (57) dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai saat menyeberang bersama anaknya sepulang dari kebun di Desa Sabet Jaya, Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (18/10/2026) sore.
Korban terseret arus setelah debit air sungai tiba-tiba meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu.
Anak korban berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Ibrahim tenggelam dan belum ditemukan hingga Selasa (20/10/2026).
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dan daratan di sepanjang arah hilir.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan pencarian melibatkan sejumlah instansi serta masyarakat setempat.
"Korban dilaporkan hilang terseret arus sungai sepulang dari kebun pada Minggu (18/10) sore. Pencarian korban masih berlangsung dan melibatkan tim gabungan bersama masyarakat," katanya.
Kronologi Petani Terseret Arus Saat Menyeberangi Sungai
Peristiwa bermula ketika Ibrahim bersama anaknya hendak pulang setelah beraktivitas di kebun pada Minggu sore.
Keduanya harus menyeberangi sungai untuk kembali dari lokasi perkebunan.
Saat itu, hujan deras dilaporkan terjadi di bagian hulu sungai.
Ketika Ibrahim sedang menyeberang, debit air tiba-tiba meningkat disertai arus yang kuat.
Kondisi tersebut menyebabkan korban kehilangan kendali hingga terseret arus dan tenggelam.
Sementara itu, anak korban berhasil menyelamatkan diri dari derasnya aliran sungai.
"Sedangkan anak korban berhasil menyelamatkan diri. Selanjutnya anak korban melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat. Basarnas Banda Aceh menerima informasi korban hilang dari personel Polsek Lamno," katanya.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada petugas pencarian dan pertolongan untuk ditindaklanjuti.
Tim SAR Mulai Pencarian pada Senin dengan Dua Kelompok
Setelah menerima informasi dari personel Polsek Lamno, Basarnas Banda Aceh memberangkatkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian.
Operasi pencarian dimulai pada Senin (19/10/2026) dengan membagi personel menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama melakukan penyisiran sungai menggunakan perahu karet.
Pencarian dilakukan dari sekitar lokasi terakhir korban terlihat hingga satu kilometer ke arah hilir.
Sementara itu, kelompok kedua menyisir daratan di sepanjang aliran sungai dengan jarak pencarian sekitar satu kilometer.
Namun, upaya tersebut belum berhasil menemukan keberadaan Ibrahim.
Petugas kemudian menghentikan sementara operasi pencarian sebelum melanjutkannya pada hari berikutnya.
Pencarian Diperluas hingga 3,5 Kilometer ke Arah Hilir
Pada Selasa (20/10/2026), tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Ibrahim.
Petugas tetap membagi personel menjadi dua kelompok untuk melakukan penyisiran melalui jalur air dan darat.
Kelompok pertama menyisir perairan menggunakan perahu karet dengan jangkauan sejauh 3,5 kilometer.
Kelompok kedua melakukan pencarian melalui daratan sepanjang 3,5 kilometer ke arah hilir sungai.
Perluasan area pencarian dilakukan setelah penyisiran pada hari sebelumnya belum membuahkan hasil.
Hingga laporan disampaikan, korban masih berstatus hilang dan operasi pencarian terus berlangsung.
TNI, Polisi, BPBD, dan Warga Ikut Mencari Korban
Operasi pencarian Ibrahim melibatkan berbagai unsur penyelamat dan aparat keamanan di Kabupaten Aceh Jaya.
Selain personel Basarnas Banda Aceh, petugas dari TNI, kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut membantu pencarian.
Satgas SAR Aceh Jaya dan masyarakat setempat juga terlibat dalam penyisiran lokasi kejadian.
"Selain personel Basarnas Banda Aceh, pencarian korban juga melibatkan personel TNI dari Koramil Lamno, anggota Polsek Lamno, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Jaya, Satgas SAR Aceh Jaya, dan masyarakat," kata Ibnu Harris Al Hussain.
Tim gabungan masih berupaya menemukan Ibrahim dengan memperluas penyisiran di sekitar aliran sungai tempat korban terakhir terlihat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




