
Pantau - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon memperkenalkan dunia kemaritiman, teknologi kapal, dan sejarah pertahanan laut kepada 84 siswa SMP Negeri 26 Maluku melalui kunjungan edukatif di Markas Komando (Mako) Kodaeral IX, Ambon, Maluku, pada Selasa.
Kegiatan pembelajaran di luar kelas tersebut bertujuan meningkatkan wawasan kebaharian sekaligus memberikan pemahaman langsung kepada para siswa mengenai tugas dan tanggung jawab TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal fungsi kapal patroli, kegiatan pengamanan laut, serta pentingnya pertahanan maritim bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran luar kelas bagi para siswa untuk memahami tugas TNI Angkatan Laut (TNI AL), fungsi kapal patroli, serta pentingnya menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia,” kata Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.
Sebanyak 84 Siswa Mengenal Kapal Patroli dan Teknologi Navigasi TNI AL
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, sebanyak 84 siswa berkesempatan menaiki dua Kapal Angkatan Laut (KAL), yakni KAL Alkura dan KAL Panana, yang berada di bawah jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral IX.
Kunjungan ke kedua kapal tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk melihat berbagai fasilitas dan perlengkapan yang digunakan TNI AL dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah perairan.
Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai fungsi kapal patroli, aktivitas patroli laut, serta peran unsur-unsur TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan perairan Indonesia, khususnya di wilayah Maluku.
Selain mengenal fungsi kapal, rombongan siswa diajak mengunjungi anjungan kapal yang menjadi pusat pengendalian pelayaran, navigasi, dan berbagai kegiatan operasional selama kapal berada di laut.
Di lokasi tersebut, siswa memperoleh pengetahuan mengenai tugas komandan kapal dan awak kapal dalam memastikan kelancaran operasional serta keselamatan pelayaran.
Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai perangkat teknologi yang digunakan dalam operasional kapal, termasuk sistem navigasi, radar, dan perangkat komunikasi.
Pengenalan teknologi tersebut memberikan gambaran mengenai cara TNI AL memanfaatkan peralatan modern untuk mendukung pelayaran, memantau aktivitas perairan, dan menjalankan tugas pertahanan maritim.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memahami bahwa pengamanan wilayah laut membutuhkan kemampuan personel, teknologi, dan sistem pengawasan yang memadai.
Siswa Kunjungi Bunker Bersejarah Peninggalan Perang Dunia II
Selain mempelajari teknologi kapal, rombongan siswa SMP Negeri 26 Maluku juga mengunjungi bunker bersejarah yang berada di kawasan Markas Komando Kodaeral IX Ambon.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sejarah untuk memperkenalkan peristiwa pertempuran yang berlangsung di wilayah Maluku pada masa Perang Dunia II.
Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai keberadaan pasukan Jepang dan Sekutu di wilayah Maluku serta fungsi bunker sebagai fasilitas pertahanan dan tempat perlindungan selama peperangan.
“Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pertempuran pada masa Perang Dunia II, termasuk kehadiran pasukan Jepang dan Sekutu di wilayah tersebut serta fungsi bunker sebagai fasilitas pertahanan dan perlindungan pada masa perang,” jelas Hanarko.
Melalui pengenalan sejarah tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa wilayah Maluku memiliki keterkaitan penting dengan perkembangan sejarah pertahanan dan keamanan laut Indonesia.
Pembelajaran mengenai bunker juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah perjuangan serta pentingnya menjaga wilayah strategis dalam sistem pertahanan negara.
Kegiatan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai hubungan antara kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan kebutuhan membangun sistem pertahanan serta pengawasan wilayah perairan.
Kodaeral IX Dorong Generasi Muda Memahami Pentingnya Kedaulatan Maritim
Kodaeral IX Ambon menjadikan kunjungan edukatif tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai potensi kemaritiman nasional.
Melalui pembelajaran langsung di lingkungan TNI AL, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teknologi dan operasional kapal, tetapi juga memiliki kesadaran mengenai pentingnya menjaga keamanan wilayah laut Indonesia.
Posisi geografis Indonesia yang memiliki wilayah perairan luas menjadikan pengawasan dan pengamanan laut sebagai aspek penting dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional.
Karena itu, pengenalan dunia kemaritiman sejak usia sekolah dinilai dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai peran laut dalam kehidupan masyarakat dan sistem pertahanan negara.
Kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan penghargaan terhadap sejarah perjuangan serta memperluas wawasan siswa mengenai tanggung jawab TNI AL dalam menjaga keamanan perairan Indonesia.
Kodaeral IX Perkuat Sinergi dengan Bea Cukai Maluku untuk Pengawasan Laut
Selain menjalankan program edukasi kemaritiman, Kodaeral IX Ambon terus berupaya memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah perairan Maluku melalui peningkatan kerja sama dengan berbagai instansi terkait.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat sinergisitas dengan Bea Cukai Maluku dalam mendukung pengawasan aktivitas maritim dan mencegah berbagai bentuk pelanggaran kepabeanan.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah perairan sekaligus mendukung upaya pencegahan aktivitas yang berpotensi melanggar ketentuan hukum di bidang kepabeanan.
Sinergi antara TNI AL dan Bea Cukai Maluku juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan laut serta memberikan perlindungan terhadap kepentingan nasional di wilayah perairan Maluku.
Melalui kegiatan edukasi bagi pelajar dan penguatan kerja sama antarlembaga, Kodaeral IX Ambon berupaya meningkatkan wawasan kemaritiman generasi muda sekaligus mendukung penguatan keamanan dan kedaulatan laut Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa




