
Pantau - Gubernur Banten Andra Soni meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, setelah seluruh 460 penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.
Andra menegaskan bahwa penyebab kebakaran kapal harus menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan instansi berwenang lainnya.
"Kita serahkan sepenuhnya proses investigasi kepada KNKT dan pihak berwenang," ujar Andra saat berada di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Rabu.
Gubernur Banten menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi bersama sejumlah instansi pemerintah pusat dan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan pascainsiden kebakaran.
Rapat tersebut melibatkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, KNKT, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta Jasa Raharja.
Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dan kru kapal mendapatkan penanganan secara terpadu, mulai dari proses evakuasi hingga pelayanan kesehatan.
Seluruh 460 Penumpang dan Kru KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi
Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), KMP Batumandi mengangkut 420 penumpang dan 40 kru kapal ketika mengalami insiden kebakaran di perairan Merak.
Selain membawa 460 orang, kapal tersebut juga mengangkut sebanyak 89 unit kendaraan.
Seluruh penumpang dan kru kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat berkat kerja sama berbagai pihak dalam penanganan keadaan darurat.
Meski seluruhnya selamat, sebanyak 16 penumpang membutuhkan penanganan medis setelah proses evakuasi.
Dari jumlah tersebut, 11 penumpang mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas Pulomerak, Kota Cilegon, sedangkan lima penumpang lainnya ditangani di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Penanganan medis dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para penumpang yang terdampak kebakaran mendapatkan perhatian secara menyeluruh.
Andra menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama pemerintah dalam menangani insiden tersebut.
"Pemprov Banten akan terus memantau pelayanan kesehatan bagi para pengguna jasa yang terdampak," kata Andra.
Selain memastikan pelayanan kesehatan, PT ASDP Indonesia Ferry juga menyediakan fasilitas kepulangan bagi penumpang KMP Batumandi.
Pemerintah Provinsi Banten bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan agar kebutuhan para penumpang dapat terpenuhi selama proses penanganan pascainsiden.
ASDP dan Jasa Raharja Lakukan Pendataan Kerugian Materiel
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi fokus utama perusahaan setelah insiden kebakaran KMP Batumandi.
Heru menjelaskan bahwa ASDP bersama Jasa Raharja sedang melakukan pendataan lebih lanjut terhadap kerugian materiel yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.
Pendataan dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai dampak kerugian yang dialami pihak-pihak terkait, termasuk pengguna jasa penyeberangan.
Heru juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penyelamatan penumpang dan kru kapal di perairan Merak.
Pihak yang terlibat dalam proses evakuasi tersebut antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pemerintah daerah, TNI, Polri, serta sejumlah armada kapal swasta.
Keterlibatan berbagai instansi dan armada kapal swasta menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan keadaan darurat serta memastikan keselamatan seluruh orang di atas kapal.
Selain mendata kerugian, ASDP juga memprioritaskan pemulihan kelancaran operasional layanan penyeberangan di Pelabuhan Merak.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas penyeberangan dapat kembali berjalan lancar dan kebutuhan pengguna jasa tetap terpenuhi.
Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Masih Diinvestigasi KNKT dan Polisi
Terkait penyebab kebakaran KMP Batumandi, Heru menegaskan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya proses investigasi yang dilakukan KNKT dan kepolisian.
"Fokus kami saat ini adalah pemulihan kelancaran operasional dan memastikan kebutuhan penumpang terpenuhi. Untuk penyebab insiden, kami mendukung penuh proses investigasi yang tengah dilakukan oleh KNKT dan kepolisian," ujar Heru.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, penyebab kebakaran kapal belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Pemerintah Provinsi Banten juga meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan sebelum proses investigasi selesai dilakukan.
Sementara penyelidikan berlangsung, pemerintah bersama ASDP, Jasa Raharja, dan instansi terkait terus memusatkan perhatian pada pelayanan kesehatan, fasilitas kepulangan penumpang, pendataan kerugian materiel, serta pemulihan operasional penyeberangan.
Penanganan kebakaran KMP Batumandi sejauh ini mencatat seluruh 420 penumpang dan 40 kru berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara 16 penumpang mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan.
Hasil investigasi KNKT dan kepolisian nantinya menjadi dasar untuk memastikan penyebab kebakaran yang menimpa KMP Batumandi di perairan Merak.
- Penulis :
- Arian Mesa




