HOME  ⁄  Nasional

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Polda Banten Sebut Penumpang Selamat meski Data Evakuasi Berbeda

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Polda Banten Sebut Penumpang Selamat meski Data Evakuasi Berbeda
Foto: Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan berbincang dengan sejumlah penumpang KMP Batumandi di area Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pada Selasa malam 20/10/2026 (sumber: Polda Banten)

Pantau - Kepolisian Daerah (Polda) Banten memastikan seluruh penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang mengalami kebakaran di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa, 20 Oktober 2026, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Meski demikian, terdapat perbedaan data jumlah penumpang karena keterangan awal kepolisian menyebut 240 orang berhasil diselamatkan, sedangkan manifes resmi kapal mencatat sebanyak 420 penumpang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan bahwa para penumpang yang berhasil dievakuasi telah ditempatkan di lokasi aman untuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut.

Informasi tersebut disampaikan Maruli melalui keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Rabu.

Menurutnya, para penumpang selamat sementara ditampung di Dermaga VI Pelabuhan Merak sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan masing-masing.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga berkomitmen menyediakan transportasi lanjutan bagi penumpang terdampak, khususnya yang menuju wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Untuk penumpang selamat saat ini ditampung di Dermaga VI Pelabuhan Merak. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen mengantar para penumpang ke wilayah tujuan, khususnya Jabodetabek, menggunakan armada bus malam," katanya.

Manifes KMP Batumandi Catat 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Berdasarkan data manifes resmi, KMP Batumandi tengah melakukan pelayaran dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten, ketika insiden kebakaran terjadi.

Kapal feri tersebut tercatat mengangkut sebanyak 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.

Dari jumlah penumpang tersebut, sebanyak 393 orang tercatat berada di dalam kendaraan yang diangkut kapal.

Sementara itu, sebanyak 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki.

"Dari total 420 penumpang tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan dan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki," ujarnya.

Namun, angka dalam manifes resmi tersebut berbeda dengan keterangan awal Polda Banten yang menyebut sebanyak 240 penumpang berhasil diselamatkan.

Perbedaan antara jumlah penumpang dalam manifes dan angka evakuasi yang disampaikan kepolisian belum mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Dengan demikian, meskipun kepolisian menyatakan seluruh penumpang berhasil diselamatkan, jumlah keseluruhan orang yang dievakuasi masih memerlukan klarifikasi.

Kebakaran Terjadi saat Kapal Mendekati Dermaga Merak

Maruli menjelaskan bahwa kebakaran KMP Batumandi terjadi ketika kapal sudah mendekati kawasan Pelabuhan Merak dan bersiap melakukan proses sandar.

Menurut keterangan kepolisian, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.35 WIB ketika posisi kapal berada sekitar 700 meter sebelum mencapai dermaga.

Kondisi tersebut memicu penanganan darurat dan proses evakuasi terhadap para penumpang yang berada di atas kapal.

Sementara itu, berdasarkan keterangan sebelumnya dari PT ASDP Indonesia Ferry, KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa petugas darat melihat adanya percikan api pada bagian kapal sekitar pukul 16.15 WIB.

Percikan api tersebut terlihat di bagian buritan atau belakang kapal, tepatnya pada dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.

Saat kejadian, kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak.

Keterangan ASDP mengenai kemunculan percikan api pada pukul 16.15 WIB berbeda dengan waktu kejadian sekitar pukul 16.35 WIB yang disampaikan Polda Banten.

Hingga informasi tersebut disampaikan, penyebab pasti kebakaran KMP Batumandi belum diketahui.

Penumpang Terluka Dievakuasi ke Puskesmas dan Rumah Sakit

Selain melakukan evakuasi terhadap penumpang, petugas juga memberikan penanganan medis kepada korban yang mengalami luka-luka akibat insiden kebakaran.

Polda Banten memastikan bahwa penumpang yang membutuhkan perawatan telah dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Dua fasilitas kesehatan yang menjadi lokasi penanganan korban adalah Puskesmas Pulomerak dan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).

"Penumpang yang mengalami luka-luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Pulomerak dan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM)," ucapnya.

Maruli tidak merinci jumlah penumpang yang mengalami luka-luka maupun kondisi medis masing-masing korban dalam keterangan tersebut.

Sementara itu, penumpang yang tidak membutuhkan penanganan medis ditempatkan sementara di Dermaga VI Pelabuhan Merak.

ASDP berkomitmen membantu perjalanan lanjutan para penumpang agar dapat mencapai daerah tujuan masing-masing setelah insiden kebakaran.

Khusus penumpang yang menuju wilayah Jabodetabek, transportasi lanjutan direncanakan menggunakan armada bus malam.

Polda Banten Buka Posko Kehilangan Barang dan Dokumen Penting

Sebagai bagian dari penanganan pascakebakaran, Polda Banten mendirikan posko pelayanan kepolisian di Lantai 2 Dermaga VI Pelabuhan Merak.

Posko tersebut disiapkan untuk membantu penumpang yang kehilangan barang berharga maupun dokumen penting akibat insiden kebakaran kapal.

Masyarakat yang mengalami kehilangan dapat melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.

Kepolisian akan memberikan surat tanda penerimaan laporan kehilangan untuk membantu proses pengurusan dokumen atau kebutuhan administratif selanjutnya.

"Kami menyiapkan posko kepolisian di lantai 2 Dermaga VI untuk melayani masyarakat yang kehilangan barang-barang berharga atau surat-surat penting. Surat tanda penerimaan laporan kehilangan ini nantinya akan membantu proses pengurusan lebih lanjut. Personel sudah kami siagakan penuh," pungkas Maruli.

Polda Banten memastikan personel kepolisian telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada penumpang terdampak kebakaran.

Pelayanan tersebut menjadi bagian dari penanganan yang mencakup evakuasi, perawatan medis, penampungan sementara, serta bantuan administrasi bagi korban.

Penyebab Kebakaran KMP Batumandi Masih Diselidiki

PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan komitmennya untuk mendukung pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan pihak berwenang terkait kebakaran KMP Batumandi.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api di bagian kapal ketika sedang mendekati Pelabuhan Merak.

ASDP juga berkomitmen menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi dan temuan di lapangan.

Sementara itu, penanganan terhadap penumpang terdampak terus dilakukan melalui penyediaan tempat penampungan, fasilitas kesehatan, dan transportasi lanjutan.

Polda Banten menyatakan seluruh penumpang berhasil diselamatkan, tetapi perbedaan antara angka 240 orang dalam keterangan awal dan 420 orang berdasarkan manifes resmi masih memerlukan penjelasan.

Klarifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah keseluruhan penumpang yang dievakuasi dalam insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan Pelabuhan Merak.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026