HOME  ⁄  Nasional

LP2AD Soroti Proyek Saluran Air Rp1,57 Miliar di Jakarta Timur, Dugaan Ketidaksesuaian Pekerjaan hingga Jalan Belum Diaspal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

LP2AD Soroti Proyek Saluran Air Rp1,57 Miliar di Jakarta Timur, Dugaan Ketidaksesuaian Pekerjaan hingga Jalan Belum Diaspal
Foto: (Sumber :Kondisi jalan yang belum diaspal kembali setelah proyek revitalisasi saluran air rampung dikerjakan di Jalan Sumur Jambu, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi.)

Pantau - Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) menyoroti proyek revitalisasi saluran air senilai Rp1.572.904.410 di Jalan Sumur Jambu, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, karena diduga tidak sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis.

Direktur Eksekutif LP2AD Victor Irianto Napitupulu meminta kontraktor pelaksana, CV Hasea Benedict, segera memeriksa dan memperbaiki bagian pekerjaan yang diduga belum memenuhi ketentuan.

Victor juga mendesak evaluasi terhadap konsultan pengawas PT Indit Tara Reky serta meminta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur memastikan kualitas hasil pekerjaan.

"Pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah harus dilaksanakan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai, kontraktor harus segera melakukan perbaikan dan menyelesaikan kekurangannya," ujar Victor dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

LP2AD Pertanyakan Kualitas Proyek Saluran Air Rp1,57 Miliar

Victor menyebut salah satu persoalan yang perlu diperiksa adalah dugaan tidak adanya lantai kerja dalam pelaksanaan revitalisasi saluran air.

Menurutnya, keberadaan lantai kerja harus dipastikan melalui pemeriksaan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis proyek.

Ia juga mempertanyakan waktu penyelesaian pekerjaan yang disebut hanya berlangsung sekitar satu bulan lebih, meskipun target pelaksanaannya mencapai 90 hari kerja.

Victor menilai percepatan penyelesaian tersebut perlu diperiksa untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan tetap memenuhi ketentuan teknis.

Selain itu, LP2AD menyoroti dugaan ketidaksesuaian pekerjaan persilangan saluran atau crossing yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan.

Pemeriksaan tersebut dinilai harus mencakup pencocokan hasil pekerjaan dengan dokumen kontrak dan gambar perencanaan.

Penutup Saluran Rusak dan Jalan Belum Diaspal Ulang

LP2AD turut menemukan sejumlah persoalan yang disebut masih tersisa setelah pekerjaan revitalisasi saluran air berlangsung.

Victor mengatakan beberapa penutup saluran lama dilaporkan masih mengalami kerusakan atau berlubang dan diduga belum diperbaiki.

"Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar fungsi saluran dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga," tutur Victor.

Selain kondisi penutup saluran, LP2AD menyoroti permukaan Jalan Sumur Jambu yang belum diaspal kembali setelah digunakan untuk pekerjaan proyek.

Menurut Victor, jalan yang masih menyisakan tanah dan debu bekas pekerjaan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

"Setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan harus dipulihkan sesuai ketentuan teknis. Jangan sampai masyarakat justru menanggung dampak dari pekerjaan yang belum dituntaskan dengan baik," terang Victor.

Ia meminta kontraktor segera melakukan pembersihan lokasi dan memulihkan kondisi jalan sesuai ketentuan teknis.

Konsultan Pengawas dan Sudin SDA Jakarta Timur Diminta Bertanggung Jawab

Victor menilai peran konsultan pengawas PT Indit Tara Reky perlu dievaluasi untuk memastikan pengawasan proyek telah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Menurutnya, konsultan pengawas bertugas memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai dengan kontrak, gambar perencanaan, dan spesifikasi teknis.

"Fungsi pengawasan tidak boleh hanya sebatas formalitas. Konsultan pengawas harus memastikan pekerjaan di lapangan sesuai dengan perencanaan dan memberikan teguran atau meminta perbaikan apabila ditemukan penyimpangan," tegas Victor.

LP2AD juga meminta Suku Dinas SDA Jakarta Timur tidak mengabaikan persoalan yang disoroti dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Victor menegaskan instansi terkait perlu memastikan penggunaan anggaran pemerintah menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan perencanaan dan ketentuan kontrak.

Ia menilai dugaan ketidaksesuaian pekerjaan harus menjadi bahan evaluasi terhadap proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek.

LP2AD Akan Minta Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum Periksa Proyek

Atas sejumlah dugaan tersebut, LP2AD berencana meminta Inspektorat dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap proyek revitalisasi saluran air di Jalan Sumur Jambu.

Victor mengatakan pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah memenuhi spesifikasi teknis serta ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Langkah ini penting untuk memastikan apakah pelaksanaan proyek telah sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, dan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Apabila ditemukan pelanggaran, LP2AD akan meminta pihak berwenang menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku," papar Victor.

Ia berharap pemeriksaan dapat memberikan kejelasan mengenai kualitas pekerjaan dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat.

"Saya ingin pemeriksaan terhadap proyek ini dapat memberikan kejelasan mengenai kualitas pekerjaan, tanggung jawab masing-masing pihak, serta langkah perbaikan yang harus dilakukan, sehingga hal ini tidak terulang dalam proyek Pemprov DKI lainnya," imbuh Victor.

Hingga informasi tersebut disampaikan, dugaan ketidaksesuaian pekerjaan yang disoroti LP2AD belum dinyatakan terbukti melalui hasil pemeriksaan resmi.

Warga Keluhkan Debu dan Kondisi Jalan Setelah Proyek Saluran Air

Seorang warga RT 02/RW 05 Kelurahan Pinang Ranti bernama Toni turut mengeluhkan kondisi lingkungan setelah pelaksanaan revitalisasi saluran air.

Toni mengaku menyambut baik proyek tersebut karena Jalan Sumur Jambu kerap mengalami genangan ketika hujan deras.

Namun, ia menyayangkan hasil pekerjaan yang dinilainya kurang rapi dan belum disertai pemulihan kondisi jalan.

"Pengerjaan tidak rapi, justru meninggalkan kesan semrawut, banyak debu. Jalan juga tidak segera diaspal ulang meski sudah beberapa minggu tidak ada pengerjaan di lokasi dan jalan sudah bisa dilintasi," ungkap Toni.

Keluhan warga dan temuan LP2AD tersebut menjadi dasar permintaan agar kualitas pekerjaan diperiksa serta bagian proyek yang belum sesuai ketentuan segera diperbaiki.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026