HOME  ⁄  Nasional

Bamsoet Ungkap Capaian Dua Tahun Prabowo-Gibran, Investasi Rp3.923 Triliun Jadi Modal Indonesia Mandiri

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bamsoet Ungkap Capaian Dua Tahun Prabowo-Gibran, Investasi Rp3.923 Triliun Jadi Modal Indonesia Mandiri
Foto: (Sumber :Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berbicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Sekretaris Daerah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-DPR RI).)

Pantau - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bamsoet menyebut sejumlah kemajuan pemerintah terlihat dari peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, penguatan ketahanan pangan dan energi, hingga perluasan program kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat pada tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Dua tahun pertama Presiden Prabowo telah memperlihatkan fondasi pembangunan yang semakin kuat," ujar Bamsoet dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Investasi Tembus Rp3.923 Triliun, Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Bamsoet mengungkapkan bahwa salah satu capaian penting pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun terakhir adalah realisasi investasi yang mencapai Rp3.923,2 triliun.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa investasi itu telah menyerap sekitar 5,4 juta tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi.

Dari total realisasi investasi tersebut, sebanyak 51,8 persen mengalir ke wilayah luar Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan pembangunan antardaerah.

Bamsoet menilai pemerataan investasi menjadi faktor penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah.

Meski demikian, ia menekankan bahwa besarnya nilai investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas lapangan pekerjaan dan kesejahteraan pekerja.

"Investasi triliunan rupiah harus menghasilkan pekerjaan yang layak, upah yang baik, dan kesempatan usaha bagi masyarakat," kata Bamsoet.

Produksi Beras Nasional Capai 34,69 Juta Ton

Selain sektor investasi, Bamsoet menyoroti perkembangan ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo.

Mantan Ketua MPR RI tersebut menyampaikan bahwa produksi beras nasional telah mencapai 34,69 juta ton.

Capaian tersebut berlangsung seiring dengan pelaksanaan kebijakan penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi untuk mendukung kegiatan pertanian.

Menurut Bamsoet, penguatan produksi pangan merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian bangsa, terutama ketika kondisi ekonomi global masih menghadapi berbagai ketidakpastian.

Di sektor energi, pemerintah juga menjalankan kebijakan penerapan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar solar.

Kebijakan tersebut diproyeksikan memiliki potensi penghematan devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun.

Penguatan ketahanan pangan dan energi menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 57 Juta Penerima

Bamsoet juga menyoroti pelaksanaan program pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu program tersebut adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat.

Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Selain MBG, pemerintah juga menjalankan layanan Cek Kesehatan Gratis yang dilaporkan telah diakses oleh 106,3 juta masyarakat.

Bamsoet menilai pembangunan sumber daya manusia perlu terus diperkuat agar berbagai capaian ekonomi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Peningkatan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi menjadi bagian dari agenda pembangunan yang berjalan bersamaan dengan penguatan sektor investasi, pangan, dan energi.

Bamsoet Minta Tahun Ketiga Prabowo Fokus Turunkan Kemiskinan

Meski menilai pemerintah telah mencatat sejumlah capaian positif, Bamsoet mengingatkan bahwa masih terdapat berbagai pekerjaan yang harus diselesaikan.

Salah satu tantangan tersebut adalah penurunan angka kemiskinan yang saat ini tercatat berada pada level 8,07 persen.

Ia menekankan bahwa berbagai program pembangunan perlu diimbangi dengan komitmen pemberantasan korupsi dan penguatan penegakan hukum.

Menurut Bamsoet, kedua aspek tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan kebijakan pemerintah dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Bamsoet juga mendorong pemerintah menjadikan tahun ketiga kepemimpinan Prabowo-Gibran sebagai momentum untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo harus menjadi tahun percepatan kesejahteraan rakyat. Angka kemiskinan harus terus turun, lapangan kerja semakin terbuka, daya beli menguat, dan kesenjangan antardaerah semakin menyempit," kata Bamsoet.

Ia berharap capaian pembangunan selama dua tahun pertama dapat menjadi dasar untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026