
Pantau - Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Eropa agar tidak terlibat dalam aksi demonstrasi maupun kegiatan politik menyusul gelombang unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Prancis dan Belgia.
Arrmanatha meminta WNI meningkatkan kewaspadaan, menjaga keselamatan diri, serta mengikuti arahan pemerintah setempat di tengah situasi keamanan yang berkembang.
“Bagi warga negara Indonesia yang ada di Eropa, kami meminta mereka untuk berhati-hati, menjaga diri, dan tidak ikut campur dengan urusan politik yang berkembang di sana,” kata Arrmanatha seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kementerian Luar Negeri melalui sejumlah perwakilan RI di Eropa terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan imbauan keamanan kepada masyarakat Indonesia.
Kemenlu Minta WNI Fokus pada Aktivitas Belajar dan Bekerja
Arrmanatha menegaskan bahwa WNI yang berada di negara-negara Eropa perlu mengutamakan keselamatan selama aksi demonstrasi berlangsung.
Ia meminta pelajar, mahasiswa, dan pekerja Indonesia tetap berfokus pada kegiatan masing-masing serta menghindari keterlibatan dalam persoalan politik setempat.
Menurutnya, sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menyampaikan imbauan keamanan sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi.
WNI juga diminta rutin memantau informasi resmi dari KBRI di negara tempat tinggal masing-masing.
Selain mengikuti arahan perwakilan Indonesia, masyarakat diimbau mematuhi petunjuk keamanan yang dikeluarkan otoritas setempat.
Kerusuhan di Prancis Berujung Penangkapan Lebih dari 2.500 Orang
Gelombang demonstrasi di Eropa bermula dari aksi pelajar sekolah menengah dan mahasiswa di Prancis yang memprotes penurunan kualitas pendidikan serta kenaikan biaya hidup.
Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah kota pada Sabtu (17/10/2026).
Dalam kerusuhan tersebut, massa membakar gedung balai kota bersejarah di Limoges serta menyerang sejumlah gedung pemerintahan di Marseille dan kota lainnya.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyatakan lebih dari 2.500 orang telah ditangkap di berbagai wilayah Prancis sejak akhir pekan lalu.
Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi di negara tersebut.
Dari jumlah itu, sekitar 110.000 demonstran tercatat mengikuti aksi di Paris.
Demonstrasi Meluas ke Belgia, Polisi Tangkap 195 Orang
Gejolak demonstrasi di Prancis turut meluas ke wilayah Belgia, khususnya di kawasan yang menggunakan bahasa Prancis.
Aksi protes terhadap kebijakan pendidikan dan pemangkasan anggaran berlangsung di Brussel dan Liege pada Sabtu (17/10/2026).
Kepolisian Belgia melaporkan penangkapan 195 orang dalam rangkaian demonstrasi tersebut.
Menurut kepolisian setempat, penangkapan berkaitan dengan sejumlah dugaan pelanggaran hukum, termasuk pelemparan benda ke arah petugas, perlawanan saat penangkapan, dan pembakaran yang disengaja.
Sejumlah orang yang ditangkap kemudian menjalani proses hukum terkait dugaan keterlibatan mereka dalam kerusuhan.
Di tengah perkembangan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI terus mengingatkan WNI di Eropa untuk memperhatikan kondisi keamanan dan mengikuti informasi dari perwakilan Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




