HOME  ⁄  Nasional

Hari Santri Nasional 2026, Menteri PPPA Arifah Fauzi Dorong Pesantren Cetak Generasi Emas dan Lindungi Anak dari Kekerasan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hari Santri Nasional 2026, Menteri PPPA Arifah Fauzi Dorong Pesantren Cetak Generasi Emas dan Lindungi Anak dari Kekerasan
Foto: (Sumber :Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi saat menghadiri acara Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an wal Hadits, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA/HO-KemenPPPA.)

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat pendidikan karakter, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak di lingkungan pesantren untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Arifah saat menghadiri upacara Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an wal Hadits, Bekasi, Jawa Barat, sebagaimana disampaikan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

"Kita memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan tema 'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas'. Tema ini menegaskan santri bukan hanya penjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai ke-Islaman, melainkan juga bagian penting dari kekuatan bangsa dalam menyiapkan masa depan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," kata Arifah.

Pesantren Didorong Jadi Pusat Pembentukan Karakter Generasi Emas

Arifah menilai pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter dan pengembangan kemampuan santri.

Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial sejak usia dini.

Ia berharap pesantren dapat terus mengembangkan lingkungan pembelajaran yang mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Arifah menekankan bahwa upaya menyiapkan generasi emas harus dimulai dengan memberikan kesempatan yang setara kepada setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurutnya, santri merupakan bagian dari generasi penerus yang akan berperan dalam menentukan masa depan Indonesia.

Menteri PPPA Minta Pesantren Bebas dari Kekerasan dan Perundungan

Arifah menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan, termasuk pesantren, harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

Ia mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap santri dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat.

"Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengasuhan yang baik, terlindungi dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan segala bentuk perlakuan yang merendahkan. Kita ingin pesantren menjadi tempat bertumbuhnya ilmu sekaligus membangun akhlak yang baik," kata Arifah.

Menurutnya, perlindungan anak harus berjalan seiring dengan proses pendidikan agar santri dapat belajar dan mengembangkan potensi tanpa menghadapi ancaman terhadap keselamatan maupun kesejahteraan mereka.

Ia juga menilai lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak menjadi salah satu dasar penting dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.

Perlindungan Santri Jadi Tanggung Jawab Bersama

Arifah menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan pesantren yang aman tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.

Menurutnya, keluarga, pendidik, pengasuh pesantren, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus terlibat dalam memastikan hak anak terpenuhi.

Kerja sama tersebut diperlukan agar setiap santri mendapatkan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang ramah anak.

Melalui penguatan pendidikan karakter dan perlindungan anak, Arifah berharap pesantren dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026