HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Wayan Koster dan Dubes Swiss Bahas Kerja Sama Pariwisata, Investasi, serta Pengelolaan Sampah di Bali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gubernur Wayan Koster dan Dubes Swiss Bahas Kerja Sama Pariwisata, Investasi, serta Pengelolaan Sampah di Bali
Foto: (Sumber :Gubernur Bali Wayan Koster bersama Duta Besar Swiss bahas kerja sama sektor pariwisata di Denpasar, Bali, Jumat (23/10/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Bali).)

Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster bertemu Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026), untuk membahas peluang kerja sama di bidang pariwisata, investasi, industri inovatif, dan pengelolaan lingkungan.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Bali dengan Swiss sekaligus membuka peluang kolaborasi ekonomi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam membangun kolaborasi sektor pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Koster dalam keterangan resminya.

Koster berharap hubungan diplomatik kedua negara dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Bali.

Bali dan Swiss Perkuat Kerja Sama Pariwisata

Koster mengatakan kunjungan Duta Besar Swiss berlangsung pada momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss.

Menurutnya, hubungan kedua negara tidak hanya berkembang melalui diplomasi pemerintahan, tetapi juga melalui interaksi masyarakat dan kegiatan pariwisata.

Pemerintah Provinsi Bali mencatat sekitar 29.000 wisatawan asal Swiss telah berkunjung ke Indonesia hingga 21 Oktober 2026.

Dalam data yang disampaikan pada pertemuan tersebut, rata-rata kunjungan wisatawan Swiss tercatat mencapai 3.065 orang per bulan.

"Angka ini mencerminkan potensi hubungan kedua negara yang tidak hanya bertumpu pada diplomasi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, dan kegiatan pariwisata," ujar Koster.

Ia berharap perkembangan hubungan pariwisata tersebut dapat menjadi dasar untuk memperluas kerja sama yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

Koster Dorong Investasi dan Pengembangan Industri Inovatif

Selain pariwisata, Koster membuka peluang kerja sama dengan Swiss dalam pengembangan industri inovatif dan investasi.

Ia menilai kolaborasi internasional penting untuk mempertemukan potensi ekonomi daerah dengan kemampuan teknologi dan keunggulan negara mitra.

"Bagi Bali, kerja sama internasional memiliki arti penting ketika mampu mempertemukan potensi daerah dengan keunggulan mitra, termasuk dalam pengembangan industri inovatif, investasi, serta pengelolaan lingkungan," kata Koster.

Pemerintah Provinsi Bali berharap kerja sama tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Pengembangan solusi inovatif untuk pengelolaan lingkungan dan tata kelola persampahan juga menjadi salah satu topik yang dibahas.

Swiss Tertarik Kerja Sama Pengolahan Sampah dan Air Limbah

Duta Besar Swiss Konstantin Obolensky menyampaikan bahwa kunjungannya ke Bali merupakan kunjungan resmi pertamanya ke Pulau Dewata.

Dalam kunjungan tersebut, Obolensky menjadwalkan peninjauan sejumlah lokasi usaha milik warga negara maupun badan usaha asal Swiss.

Ia juga menghadiri agenda Global Etik IADEMA serta bertemu komunitas warga Swiss yang menetap di Bali.

Menurut data yang disampaikan, terdapat sekitar 700 warga negara Swiss yang tinggal dan bekerja di Bali.

Obolensky menyatakan dukungan Swiss terhadap pengembangan investasi dan pembangunan berkelanjutan di Bali.

Selain sektor pariwisata, Swiss juga tertarik menjajaki kerja sama dalam industri inovatif, pengolahan sampah, dan pengolahan air limbah.

Peluang tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui komunikasi lanjutan antara Pemerintah Provinsi Bali dan pihak Swiss.

Koster Perkenalkan Kain Endek sebagai Diplomasi Budaya

Pada akhir pertemuan, Koster menyerahkan cendera mata berupa kain tenun endek khas Bali kepada Duta Besar Swiss.

Pemberian kain tradisional tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada mitra internasional.

"Pemberian kain tenun endek ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya serta mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali agar dapat menjangkau pasar internasional yang lebih luas," tutur Koster.

Pemerintah Provinsi Bali berharap hubungan dengan Swiss dapat terus berkembang melalui kerja sama pariwisata, investasi, pelestarian budaya, dan pengelolaan lingkungan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026