HOME  ⁄  Nasional

Kemnaker Hadirkan Pelatihan dan Informasi Lowongan Kerja Lewat SIAPkerja, Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemnaker Hadirkan Pelatihan dan Informasi Lowongan Kerja Lewat SIAPkerja, Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
Foto: (Sumber :Peserta mengoperasikan komputer saat mengikuti pelatihan Digital Marketing di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).ANTARA FOTO/Maulana Surya/nz.)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyediakan berbagai layanan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, informasi lowongan kerja, hingga program pemagangan melalui platform SIAPkerja untuk membantu masyarakat meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan layanan tersebut dihadirkan untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar kerja yang semakin cepat.

“Pasar kerja terus berubah dengan cepat, dan hanya mereka yang mau belajar serta meningkatkan kompetensi yang akan mampu bertahan dan berkembang," kata Sukro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Ia mengajak masyarakat, khususnya angkatan kerja, memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia agar keterampilan yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan industri.

SIAPkerja Sediakan Pelatihan, Sertifikasi, dan Lowongan Kerja

Sukro menjelaskan bahwa SIAPkerja menyediakan sejumlah layanan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan kesiapan kerja masyarakat.

Layanan tersebut mencakup pelatihan vokasi yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan peserta.

Selain itu, terdapat BisHub yang memuat program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) tingkat pemula dan lanjutan untuk mendukung pengembangan usaha mandiri.

Kemnaker juga menyediakan SertiHub sebagai layanan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja.

Sementara itu, KarirHub dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan.

Adapun MagangHub menyediakan akses terhadap program pemagangan sebagai sarana memperoleh pengalaman di lingkungan kerja.

Melalui berbagai layanan tersebut, Kemnaker mendorong masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan langkah karier sesuai perkembangan pasar kerja.

Kemnaker Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi untuk 68 Peserta

Selain menyediakan layanan digital, Kemnaker juga menyelenggarakan pelatihan secara langsung melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Non-Batch 5 di BPVP Banyuwangi, Jawa Timur.

Program tersebut diikuti 68 peserta yang terbagi dalam lima bidang pelatihan.

Pelatihan servis sepeda motor injeksi diikuti 18 peserta, sedangkan pembuatan konten visual untuk media sosial diikuti 20 peserta.

Sebanyak 13 peserta mengikuti pelatihan Practical Office tingkat lanjut, sementara sembilan peserta mengikuti pembuatan espresso dan latte art.

Delapan peserta lainnya mengikuti pelatihan Internet of Things (IoT) atau internet untuk segala.

Kelima bidang pelatihan tersebut diselenggarakan untuk membekali peserta dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam dunia kerja.

Peserta Dibekali Pemahaman Pasar Kerja dan Perencanaan Karier

Kegiatan pelatihan di BPVP Banyuwangi juga dilengkapi sesi penguatan pemahaman pasar kerja bersama Tim Pusat Pasar Kerja.

Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai kebijakan ketenagakerjaan dalam negeri dan perkembangan kebutuhan tenaga kerja.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai cara membaca kondisi pasar kerja serta menyusun rencana karier berdasarkan kompetensi yang dimiliki.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK).

Diskusi tersebut melibatkan pembahasan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dan guru bimbingan konseling (BK) dalam membantu calon tenaga kerja memperoleh informasi dan layanan ketenagakerjaan.

“Diskusi ini bertujuan menghubungkan calon tenaga kerja dengan layanan pelatihan dan kebutuhan pasar kerja,” ujar Sukro.

Kemnaker berharap pemanfaatan SIAPkerja dan pelatihan berbasis kompetensi dapat membantu masyarakat menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026