HOME  ⁄  Ekonomi

Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp46 Triliun hingga September 2026, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp46 Triliun hingga September 2026, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan III Tahun 2026, Jakarta, Rabu (21/10/2026) ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian.)

Pantau - Pemerintah mencatat realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp46 triliun sepanjang Januari hingga September 2026 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.190 orang di berbagai wilayah Indonesia.

Capaian tersebut setara sekitar 67 persen dari target investasi KEK sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp69,1 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pengembangan KEK menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“KEK adalah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan III Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (21/10/2026).

Total Investasi KEK Capai Rp382,1 Triliun, Serap 302 Ribu Tenaga Kerja

Secara kumulatif, pemerintah mencatat total realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus hingga 30 September 2026 telah mencapai Rp382,1 triliun.

Investasi tersebut juga telah memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 302.262 orang.

Sementara itu, dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, realisasi investasi nasional tercatat mencapai Rp3.932 triliun.

Dari capaian investasi nasional tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai sekitar 5,4 juta orang.

Airlangga menilai pengembangan KEK masih memiliki peluang besar untuk terus diperluas melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan sektor unggulan, serta penambahan kapasitas usaha.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar kawasan ekonomi khusus mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengembangan KEK juga diarahkan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari kesehatan, pariwisata, industri, ekonomi digital, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Pemerintah Dorong KEK Kesehatan untuk Kurangi Aliran Devisa ke Luar Negeri

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian pemerintah dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.

Airlangga menjelaskan bahwa penguatan KEK kesehatan diharapkan dapat menyediakan layanan medis berstandar internasional di dalam negeri.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi aliran devisa ke luar negeri akibat kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di negara lain.

“Dan ini yang bisa kita substitusi dengan KEK-KEK yang ada,” ujar Airlangga.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan bahwa pengembangan KEK kesehatan juga berpotensi menarik investasi pada industri alat kesehatan dan farmasi.

Selain investasi, keberadaan kawasan kesehatan tersebut diharapkan mampu memperkuat transfer pengetahuan dari dokter asing kepada tenaga medis Indonesia.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas layanan kesehatan nasional sekaligus memperkuat industri pendukungnya.

Enam KEK Pariwisata Dikembangkan, Pemerintah Fokus Wisata Kebugaran dan Bahari

Selain kesehatan, pemerintah juga memperkuat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus yang bergerak di sektor pariwisata.

Pengembangan kawasan diarahkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyelenggaraan berbagai kegiatan, serta penguatan promosi destinasi wisata.

Pemerintah turut mendorong pengembangan wisata kebugaran atau wellness tourism dan wisata bahari sebagai bagian dari sektor unggulan pariwisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi dalam pengembangan enam KEK pariwisata di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian.

Di sektor industri, pemerintah juga mendorong ekspansi kawasan untuk memperbesar kapasitas investasi dan meningkatkan daya saing.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menekankan pentingnya peningkatan standar layanan dan fasilitas di lingkungan KEK.

Menurutnya, kualitas pengelolaan KEK perlu diperkuat agar kawasan tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi kawasan industri lainnya di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Dorong KEK Jadi Pusat Pengembangan Tenaga Kerja

Penguatan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus juga harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong KEK dikembangkan sebagai pusat pengembangan talenta atau talent engine yang menghubungkan kebutuhan industri dengan dunia pendidikan.

Konsep tersebut mencakup integrasi antara kebutuhan tenaga kerja perusahaan, pendidikan formal, pelatihan vokasi, dan program magang.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan kawasan diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting agar industri yang beroperasi di KEK memperoleh dukungan sumber daya manusia yang memadai.

Pemerintah berharap penguatan sektor unggulan, peningkatan fasilitas kawasan, dan pengembangan tenaga kerja dapat mempercepat pencapaian target investasi KEK sebesar Rp69,1 triliun pada 2026.

Dengan realisasi investasi Rp46 triliun hingga September, pemerintah masih perlu mengejar sekitar Rp23,1 triliun untuk memenuhi target investasi KEK sepanjang tahun ini.

Pengembangan KEK di berbagai sektor diharapkan dapat memperluas penyerapan tenaga kerja, memperkuat pemerataan investasi, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026