
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Indonesia menjajaki kerja sama strategis dengan Iran di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, termasuk pengembangan taman sains, pertukaran profesor, serta mobilitas mahasiswa pascasarjana.
Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan resmi di Jakarta pada Jumat, dengan fokus memperkuat hubungan akademik, kolaborasi penelitian, pengembangan teknologi, dan hilirisasi hasil riset di sejumlah sektor strategis.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas kemitraan dengan Iran guna meningkatkan kapasitas perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu peluang yang ditawarkan Indonesia adalah menghadirkan akademisi Iran sebagai profesor tamu di berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kegiatan penelitian bersama.
Indonesia Buka Peluang Pertukaran Profesor dan Mahasiswa Pascasarjana
Mendiktisaintek menegaskan bahwa keterlibatan profesor dari Iran dapat menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan akademik sekaligus meningkatkan kualitas kolaborasi sains dan teknologi kedua negara.
"Kami sangat senang jika bisa mengundang profesor-profesor di Iran untuk menjadi profesor tamu di kampus-kampus Indonesia, sehingga kerja sama di bidang sains dan teknologi antara Iran dengan Indonesia dapat meningkat tajam," katanya melalui keterangan resmi.
Selain menghadirkan profesor tamu, Indonesia dan Iran turut membuka peluang mobilitas mahasiswa pascasarjana untuk memperluas kesempatan belajar, bertukar pengalaman akademik, dan melakukan penelitian bersama.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarperguruan tinggi sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti kedua negara untuk mengembangkan kompetensi di berbagai bidang keilmuan.
Kolaborasi akademik ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan inovasi yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat maupun sektor industri.
Iran Siap Transfer Keahlian Pengembangan Taman Sains dan Teknologi
Selain pertukaran akademisi dan mahasiswa, Indonesia dan Iran membahas peluang pengembangan Science Techno Park (STP) atau taman sains dan teknologi sebagai ekosistem yang menghubungkan kegiatan penelitian, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.
Pengembangan STP menjadi salah satu fokus pembahasan karena dinilai berkaitan dengan upaya memperkuat pemanfaatan hasil penelitian dari perguruan tinggi dan lembaga riset.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Iran menyampaikan pengalaman negaranya dalam mengelola taman sains dan teknologi serta menyatakan kesiapan untuk berbagi pengetahuan dan keahlian dengan Indonesia.
Deputy for Policy and Development, Vice Presidency for Science, Technology and the Knowledge-Based Economy Iran, Esfandiar Ekhtiyari Kasnavieh Yazd, menjelaskan bahwa Iran telah memiliki STP yang berada di bawah pengawasan kementerian terkait.
"Di Iran terdapat STP yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan. Kami siap untuk memberikan atau mentransfer keahlian di bidang ini untuk Indonesia," ujarnya.
Kesiapan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mempelajari sistem pengelolaan, pengembangan, dan pemanfaatan taman sains dan teknologi yang telah diterapkan Iran.
Melalui pertukaran keahlian tersebut, kedua negara berpeluang mengembangkan ekosistem penelitian dan inovasi yang mendukung penerapan hasil riset secara lebih luas.
Kedua Negara Jajaki Hilirisasi Riset di Sektor Energi dan Dirgantara
Kerja sama Indonesia dan Iran juga diarahkan pada peluang hilirisasi hasil penelitian agar inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi dan lembaga riset dapat dimanfaatkan lebih lanjut.
Pembahasan tersebut mencakup potensi pengembangan perusahaan rintisan atau startup bersama di bidang teknologi strategis, termasuk sektor energi dan dirgantara.
Kolaborasi di kedua sektor itu menjadi bagian dari upaya mempertemukan kemampuan penelitian, pengembangan teknologi, dan pemanfaatan inovasi yang dimiliki masing-masing negara.
Melalui kerja sama tersebut, perguruan tinggi dan peneliti Indonesia maupun Iran diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk bertukar keahlian, mengembangkan penelitian bersama, serta memperkuat kapasitas inovasi.
Peluang pengembangan usaha rintisan juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil penelitian yang dapat dijajaki melalui kemitraan antara akademisi, peneliti, dan lembaga terkait.
Indonesia dan Iran Siapkan Nota Kesepahaman untuk Tindak Lanjut Kerja Sama
Sebagai tindak lanjut pertemuan, Indonesia dan Iran akan membahas lebih jauh bentuk serta mekanisme kerja sama yang dapat dilaksanakan oleh perguruan tinggi dan lembaga terkait di kedua negara.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kementerian yang membidangi pendidikan tinggi di Indonesia dan Iran.
Nota kesepahaman tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pelaksanaan program kerja sama yang lebih operasional, mulai dari pertukaran profesor, mobilitas mahasiswa pascasarjana, pengembangan STP, hingga kolaborasi penelitian.
Kedua negara juga berpeluang memperluas pembahasan mengenai hilirisasi hasil riset dan pengembangan teknologi strategis melalui program bersama yang akan dirumuskan lebih lanjut.
Penjajakan ini menjadi langkah awal Indonesia dan Iran dalam memperluas kemitraan internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, sementara pelaksanaan program konkret masih menunggu pembahasan dan kesepakatan lanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya




