HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Hitung Anggaran LRT JIS-Halim, Danantara Berpeluang Dukung Pembiayaan Proyek

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemprov DKI Hitung Anggaran LRT JIS-Halim, Danantara Berpeluang Dukung Pembiayaan Proyek
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Jumat 23/10/2026 (sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menghitung kebutuhan anggaran untuk melanjutkan pembangunan jaringan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan kawasan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di Halim.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan perhitungan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk menjajaki dukungan pembiayaan dari Danantara Indonesia dalam pengembangan jaringan transportasi massal di ibu kota.

Pramono telah meminta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan LRT Jakarta menyusun perhitungan kebutuhan dana pembangunan rute baru sebelum Pemprov DKI melakukan pembahasan lebih lanjut dengan Danantara.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Danantara turut membantu pembangunan jaringan LRT Jakarta.

Pramono Minta Jakpro Hitung Kebutuhan Dana LRT JIS-Halim

Pramono menyampaikan bahwa perhitungan kebutuhan anggaran menjadi hal penting sebelum pemerintah daerah membicarakan skema pembiayaan dengan Danantara Indonesia.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta harus memiliki gambaran mengenai besaran dana yang diperlukan untuk membangun jaringan LRT menuju JIS dan kawasan Halim.

“Sekarang, saya sudah meminta kepada Jakpro maupun LRT Jakarta untuk menyiapkan hitungannya. Karena bagaimanapun, kalau duduk dengan Danantara itu kan harus ada hitungannya, berapa yang memang dibutuhkan untuk itu,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat.

Pramono mengungkapkan bahwa Chief Operating Officer (COO) Danantara, Doni Oskaria, juga telah memberikan respons terkait rencana dukungan terhadap pengembangan jaringan LRT Jakarta.

Pemprov DKI menyambut positif keterlibatan pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan transportasi massal yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarkawasan di Jakarta.

“Dan kami sangat berterima kasih dengan pemerintah pusat,” ucap Pramono.

Meski demikian, besaran anggaran yang diperlukan untuk memperluas jaringan LRT menuju JIS dan Halim belum diumumkan karena masih dalam proses perhitungan oleh Jakpro dan LRT Jakarta.

Presiden Prabowo Minta Danantara Bantu Pembangunan LRT Jakarta

Sebelumnya, pada 16 September 2026, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Danantara Indonesia wajib membantu Pemprov DKI Jakarta dalam melanjutkan pembangunan jaringan LRT.

Prabowo menilai pengembangan transportasi massal di Jakarta tidak hanya memberikan manfaat bagi warga ibu kota, tetapi juga masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Menurut Presiden, Jakarta memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas nasional sehingga pembangunan infrastruktur transportasi publik membutuhkan dukungan berbagai pihak.

"Saya kira Danantara wajib membantu, karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI. DKI milik seluruh bangsa," kata Prabowo.

Arahan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mempersiapkan kebutuhan pembiayaan sekaligus membuka pembahasan mengenai kemungkinan keterlibatan Danantara.

Dukungan Danantara diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan dalam mempercepat pengembangan jaringan transportasi publik di Jakarta.

LRT Manggarai-Dukuh Atas Butuh Anggaran Rp2,7 Triliun

Selain merencanakan perluasan jaringan menuju JIS dan kawasan Halim, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan pembangunan LRT untuk rute Manggarai-Dukuh Atas.

Pramono mengungkapkan bahwa proyek lanjutan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp2,7 triliun dan direncanakan mulai dilaksanakan pada 2027.

Menurutnya, anggaran untuk pembangunan rute Manggarai-Dukuh Atas sebenarnya telah tersedia, tetapi pemerintah daerah tetap mempertimbangkan sejumlah alternatif sumber pembiayaan.

Upaya tersebut dilakukan agar pembangunan jaringan LRT Jakarta tidak hanya bergantung pada satu sumber pendanaan.

Pemprov DKI mempertimbangkan beberapa pilihan pembiayaan, mulai dari penerbitan obligasi, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga dukungan Danantara Indonesia.

“Jadi, intinya, bisa dari obligasi, bisa dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), bisa juga dari Danantara,” ungkap Pramono.

Berbagai alternatif tersebut disiapkan untuk memberikan fleksibilitas dalam menentukan skema pendanaan yang memungkinkan bagi kelanjutan proyek transportasi massal.

Danantara Berpeluang Jadi Sumber Pendanaan Tambahan LRT Jakarta

Perhitungan anggaran yang tengah disusun Jakpro dan LRT Jakarta akan menjadi bahan pembahasan dengan Danantara, khususnya mengenai kebutuhan dana pembangunan jaringan menuju JIS dan kawasan Halim.

Pemprov DKI Jakarta berupaya memastikan rencana perluasan jaringan LRT dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan pendanaan serta peluang dukungan dari pemerintah pusat.

Keterlibatan Danantara masih berada pada tahap penjajakan sehingga mekanisme dan besaran dukungan pembiayaan belum ditetapkan.

Selain dukungan Danantara, opsi pendanaan melalui APBD dan obligasi tetap menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan pembangunan transportasi publik.

Pengembangan jaringan LRT menuju JIS, Halim, serta rute Manggarai-Dukuh Atas diharapkan dapat memperluas layanan transportasi massal dan meningkatkan konektivitas antarkawasan di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta selanjutnya akan menggunakan hasil perhitungan kebutuhan anggaran sebagai dasar pembahasan dengan Danantara dan pihak terkait sebelum menentukan langkah lanjutan pembangunan jaringan LRT.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026