
Pantau - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/10/2026), hingga mengganggu jarak pandang pengendara dan meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kesehatan.
Kondisi asap tebal terlihat di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan RTA Milono, pada Sabtu siang sekitar pukul 13.44 WIB.
Berdasarkan laporan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah, jumlah kebakaran di Kota Palangka Raya hingga 23 Oktober 2026 telah mencapai 957 kejadian dengan luas lahan terbakar 1.286,94 hektare.
Sementara itu, secara keseluruhan di Kalimantan Tengah tercatat 6.952 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 20.108,18 hektare.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan, untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Asap Pekat Ganggu Jarak Pandang Pengendara
Sejumlah warga Palangka Raya mengeluhkan kondisi kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Wina, salah seorang warga, mengatakan jarak pandang saat berkendara menjadi terbatas akibat asap yang menyelimuti jalanan.
"Asapnya sangat pekat hari ini, jarak pandang pun kian terbatas saat berkendara," ujar Wina, Sabtu.
Ia mengaku tetap harus keluar rumah karena memiliki urusan yang tidak dapat ditunda.
Namun, kondisi asap membuatnya harus mengurangi kecepatan kendaraan dan lebih berhati-hati selama perjalanan.
Keluhan serupa disampaikan Edy, warga Palangka Raya lainnya, yang mengaku prihatin terhadap kabut asap akibat karhutla.
"Kalau lagi berkendara saat asap seperti ini, jadinya harus sangat berhati-hati, karena rawan akibat jarak pandang terbatas," tuturnya.
Kondisi tersebut membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalan yang tertutup asap.
Karhutla di Kalimantan Tengah Capai 6.952 Kejadian
Berdasarkan laporan rutin Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah hingga 23 Oktober 2026, jumlah kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah provinsi tersebut telah mencapai 6.952 kejadian.
Total luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 20.108,18 hektare.
Khusus Kota Palangka Raya, jumlah kejadian karhutla mencapai 957 dengan luas lahan terbakar 1.286,94 hektare.
Data tersebut menunjukkan besarnya akumulasi kebakaran yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah sepanjang periode pencatatan.
Sementara itu, berdasarkan laporan harian pada 23 Oktober 2026 hingga pukul 18.00 WIB, tercatat 51 kejadian karhutla di seluruh Kalimantan Tengah.
Luas lahan yang terbakar dalam laporan harian tersebut mencapai 140,31 hektare.
Untuk Kota Palangka Raya, tercatat tiga kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 15,95 hektare.
Menkes Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya meminta masyarakat Palangka Raya mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih terjadi.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, dan lanjut usia.
"Tolong sekali lagi dipastikan jangan keluar rumah kalau tidak perlu terutama kaum rentan seperti balita, ibu hamil atau orang tua, itu sebaiknya stay di rumah," kata Budi.
Menurutnya, pembatasan aktivitas di luar rumah diperlukan untuk meminimalkan paparan asap karhutla yang dapat berdampak pada kesehatan.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker KN95 ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Masker tersebut dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel yang terkandung dalam asap.
"Karena itu, masyarakat harus menggunakan masker. Jika mulai mengalami sesak napas, segera datang ke puskesmas," pintanya.
Menkes Tinjau Rumah Oksigen dan Fasilitas Kesehatan
Dalam kunjungannya ke Palangka Raya, Menteri Kesehatan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan kesiapan penanganan masyarakat terdampak asap karhutla.
Fasilitas yang dikunjungi antara lain RSUD Doris Sylvanus, Puskesmas Menteng, dan Puskesmas Panarung.
Budi juga meninjau Rumah Oksigen di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar Palangka Raya serta fasilitas rumah oksigen lainnya.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas kesehatan memiliki kesiapan dan dukungan medis yang memadai.
Ketersediaan layanan kesehatan menjadi perhatian pemerintah karena kabut asap berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan pada masyarakat yang terpapar.
Menteri Kesehatan mengingatkan warga agar segera mendatangi puskesmas apabila mulai mengalami sesak napas.
Di tengah kondisi asap yang masih menyelimuti Palangka Raya, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
- Penulis :
- Aditya Yohan




