
Pantau - Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa) wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) menetapkan sebanyak 120 mahasiswa Papua sebagai calon penerima bantuan beasiswa tahun 2026 untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi dan tunggakan biaya pendidikan.
Penetapan tersebut merupakan hasil perjuangan pengurus Imapa Jadetabek dalam mencari solusi bagi mahasiswa asal Papua yang menghadapi kendala keuangan sehingga terancam tidak dapat melanjutkan perkuliahan.
Ketua Umum Imapa Jadetabek, Akianus Wenda, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas perkembangan tersebut setelah melalui berbagai upaya untuk memperjuangkan keberlanjutan pendidikan mahasiswa Papua.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu, Akianus menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi di daerah untuk mencari solusi terhadap persoalan pendidikan mahasiswa Papua.
Namun, upaya tersebut belum memperoleh tanggapan dan kepastian sebagaimana yang diharapkan pengurus organisasi.
"Saya secara pribadi sangat terharu dan bangga. Perjuangan ini tidak mudah. Sebelumnya, saya telah berupaya menemui pemerintah provinsi di daerah untuk mencari solusi atas kesulitan pendidikan teman-teman mahasiswa Papua, namun belum memperoleh respons dan kepastian yang kami harapkan," ungkap Akianus.
Imapa Jadetabek Apresiasi Dasco Ahmad, Danantara, BRI, BNI, dan Bank Mandiri
Penetapan 120 calon penerima beasiswa tersebut disampaikan dalam kegiatan pengarahan yang berlangsung di Bale Bengong Seafood Resto, Jakarta Timur.
Kegiatan itu menjadi kesempatan bagi pengurus Imapa Jadetabek untuk menyampaikan perkembangan program bantuan pendidikan kepada mahasiswa Papua yang telah masuk dalam daftar calon penerima beasiswa tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Akianus menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap kondisi mahasiswa Papua yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Pihak yang mendapat apresiasi meliputi Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Danantara Indonesia, serta tiga bank milik negara, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri.
"Atas nama seluruh pengurus dan mahasiswa Papua di Jadetabek, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakil Ketua DPR Bapak Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Danantara Indonesia, serta BRI, BNI, dan Bank Mandiri yang telah memberikan perhatian terhadap nasib teman-teman mahasiswa Papua yang mengalami kesulitan ekonomi hingga terhambat melanjutkan perkuliahan," ujar Akianus.
Menurutnya, perhatian terhadap persoalan pendidikan mahasiswa Papua sangat diperlukan karena keterbatasan ekonomi dapat menjadi hambatan serius dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia menilai bantuan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membayar biaya kuliah, tetapi juga menyangkut keberlanjutan pendidikan dan masa depan generasi muda Papua.
Akianus menegaskan bahwa perjuangan organisasi tersebut bukan untuk memperoleh fasilitas atau kemewahan, melainkan memastikan mahasiswa Papua tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan.
"Kami tidak meminta kemewahan. Kami hanya memperjuangkan kesempatan agar teman-teman mahasiswa Papua dapat melanjutkan kuliah, menyelesaikan pendidikan, dan kelak kembali membangun Tanah Papua. Jangan sampai masa depan mereka terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi," tegasnya.
Sebanyak 120 Calon Penerima Beasiswa Masih Harus Jalani Verifikasi Lanjutan
Meski telah ditetapkan oleh Imapa Jadetabek, sebanyak 120 mahasiswa Papua tersebut masih berstatus sebagai calon penerima bantuan beasiswa tahun 2026.
Para mahasiswa sebelumnya telah mengikuti proses pendataan dan verifikasi awal yang dilakukan pengurus Imapa Jadetabek berdasarkan kondisi serta kebutuhan pendidikan masing-masing.
Pendataan tersebut menjadi tahapan awal untuk menentukan mahasiswa yang masuk dalam daftar calon penerima bantuan pendidikan.
Namun, seluruh mahasiswa yang telah masuk daftar masih diwajibkan mengikuti proses verifikasi lanjutan sesuai dengan ketentuan pihak terkait.
Keputusan akhir mengenai mahasiswa yang berhak menerima bantuan beasiswa akan ditentukan setelah seluruh tahapan verifikasi lanjutan selesai dilaksanakan.
Dengan demikian, penetapan 120 mahasiswa oleh Imapa Jadetabek belum menjadi jaminan bahwa seluruh calon tersebut akan memperoleh bantuan beasiswa.
Proses verifikasi lanjutan diperlukan untuk memastikan penetapan penerima akhir dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Akianus Wenda Minta Mahasiswa Papua Serius Kuliah dan Bangun Tanah Papua
Selain menyampaikan perkembangan program beasiswa, Akianus Wenda memberikan pesan kepada seluruh calon penerima agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan melalui perjuangan pengurus dan perhatian berbagai pihak.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya serta menunjukkan komitmen kuat dalam menyelesaikan perkuliahan.
Menurut Akianus, perjuangan memperoleh bantuan pendidikan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar membantu mahasiswa mengatasi kesulitan biaya kuliah.
Program tersebut diharapkan turut membuka kesempatan bagi generasi muda Papua untuk meningkatkan kemampuan diri melalui pendidikan tinggi.
Akianus juga berharap mahasiswa Papua yang berhasil menyelesaikan pendidikan dapat kembali memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat di Tanah Papua.
"Perjuangan ini bukan hanya untuk 120 mahasiswa, tetapi juga untuk masa depan Papua. Saya berharap teman-teman menjaga kepercayaan ini, belajar dengan sungguh-sungguh, dan suatu saat menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat dan Tanah Papua," pesannya.
Ia menegaskan pentingnya kesungguhan mahasiswa dalam menjalani perkuliahan agar kesempatan memperoleh bantuan pendidikan dapat memberikan manfaat bagi masa depan mereka.
Melalui penetapan 120 calon penerima beasiswa tahun 2026, Imapa Jadetabek berharap mahasiswa Papua yang menghadapi keterbatasan ekonomi tetap memiliki peluang melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Organisasi tersebut juga berharap upaya memperjuangkan akses pendidikan dapat membantu mempersiapkan generasi muda Papua yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan Tanah Papua.
- Penulis :
- Arian Mesa




