HOME  ⁄  Ekonomi

Menperin Sarmuji Optimistis Produk Fesyen dan Kerajinan Ramah Lingkungan UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menperin Sarmuji Optimistis Produk Fesyen dan Kerajinan Ramah Lingkungan UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
Foto: Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji meninjau kegiatan pelatihan di Balai Diklat Industri Denpasar, Bali, Sabtu 24/10/2026 (sumber: ANTARA/Rolandus Nampu)

Pantau - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji optimistis produk fesyen dan kerajinan ramah lingkungan hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia memiliki peluang besar menembus pasar global seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dunia terhadap isu lingkungan dan kesehatan.

Optimisme tersebut disampaikan Sarmuji di Denpasar, Bali, Sabtu, dengan menyoroti tingginya potensi permintaan produk berbahan baku alami di pasar internasional.

Menurutnya, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan dan penggunaan produk alami menjadi peluang strategis bagi pelaku UMKM nasional untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke berbagai negara.

"Peluang pemasarannya sangat terbuka luas karena isu lingkungan, isu kesehatan sekarang menjadi perhatian masyarakat, menjadi fokus bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi masyarakat dunia," ujar Sarmuji.

Menperin menilai produk fesyen dan kerajinan berbahan baku alami memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen internasional, khususnya kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku industri kreatif Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas peluang ekspor ke pasar mancanegara.

Menperin Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi Digital untuk Tembus Pasar Internasional

Sarmuji menjelaskan bahwa salah satu strategi memperluas pemasaran produk ramah lingkungan adalah membangun jejaring dan kerja sama dengan komunitas yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan hidup.

Komunitas peduli lingkungan dinilai berpotensi menjadi kelompok konsumen yang sesuai dengan karakteristik produk UMKM berbahan alami sekaligus membantu memperkenalkan keunggulan produk kepada pasar yang tepat.

Selain memperkuat jejaring komunitas, pelaku UMKM didorong memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

Menurut Sarmuji, kemajuan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam memperkenalkan dan memasarkan produk tanpa harus sepenuhnya bergantung pada jaringan distribusi konvensional.

"Di era digital sekarang ini memasarkan produk jauh lebih mudah, produksi dari kampung sekalipun dengan teknologi informasi bisa dikenal sampai macam negara," katanya.

Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan produk kerajinan dan fesyen yang dihasilkan pelaku usaha di daerah, termasuk wilayah perdesaan, dikenal oleh konsumen di berbagai negara.

Kemudahan tersebut juga membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperluas basis pelanggan tanpa harus memiliki jaringan distribusi fisik yang luas di setiap wilayah pemasaran.

Meski demikian, Sarmuji mengingatkan bahwa peluang pasar global harus diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha menjaga kualitas produk, mengembangkan inovasi desain, dan menyesuaikan hasil produksi dengan kebutuhan konsumen.

Kualitas dan keunikan desain menjadi faktor penting agar produk fesyen serta kerajinan ramah lingkungan Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain.

Sektor Pariwisata Dinilai Jadi Peluang Besar Pemasaran Produk Kerajinan Lokal

Selain pemasaran digital, Sarmuji menyoroti besarnya potensi sektor pariwisata sebagai salah satu jalur untuk memperkenalkan produk fesyen dan kerajinan UMKM kepada konsumen internasional.

Kehadiran wisatawan mancanegara di berbagai destinasi wisata Indonesia dinilai dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produk kerajinan khas daerah secara langsung.

Produk suvenir yang memiliki karakter lokal, keunikan desain, dan menggunakan bahan baku alami berpeluang menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.

Melalui sektor pariwisata, produk UMKM tidak hanya berpotensi terjual kepada wisatawan, tetapi juga dapat dikenal lebih luas oleh konsumen dari berbagai negara.

Menperin menilai peluang tersebut perlu dikembangkan melalui sinergi antara pelaku UMKM, industri pariwisata, dan pemangku kepentingan yang memiliki akses terhadap jaringan perdagangan internasional.

Kerja sama lintas sektor diharapkan mampu membantu pelaku usaha meningkatkan promosi, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing produk lokal.

Menperin Dorong Kerja Sama UMKM dengan Jaringan Promosi Perdagangan Internasional

Sarmuji juga menyoroti peluang kerja sama antara pelaku UMKM dengan fasilitas International Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di bawah Kementerian Perdagangan.

Fasilitas tersebut dinilai berpotensi menjadi penghubung antara pelaku UMKM Indonesia dengan jaringan promosi perdagangan dan calon pembeli di luar negeri.

Melalui pemanfaatan jaringan ITPC, produk fesyen dan kerajinan ramah lingkungan buatan Indonesia diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk diperkenalkan kepada pasar internasional.

Konektivitas antara pelaku UMKM dan lembaga promosi perdagangan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat strategi pemasaran produk lokal di berbagai negara.

"Produk berbasis alam memiliki peminat yang sangat tinggi di luar negeri, sehingga peluang ekspornya terbuka lebar," tegas Sarmuji.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, pelaku UMKM perlu menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik konsumen dan kebutuhan pasar tujuan.

Strategi pemasaran dapat diarahkan kepada wisatawan mancanegara yang berkunjung langsung ke Indonesia maupun konsumen luar negeri melalui platform digital dan jaringan perdagangan internasional.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengenalan produk, memperluas jangkauan konsumen, dan menambah nilai ekonomi produk kerajinan serta fesyen lokal.

Sinergi antara UMKM, sektor pariwisata, komunitas peduli lingkungan, dan lembaga promosi perdagangan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akses pasar produk ramah lingkungan Indonesia.

Dengan dukungan promosi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas dan desain produk, serta penguatan jaringan perdagangan internasional, Sarmuji optimistis UMKM Indonesia mampu menjangkau konsumen global secara lebih luas.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026