
Pantau - Dua pencari kerja dengan latar belakang berbeda, Dominggu Balagaize (23) asal Merauke, Papua Selatan, dan Jupri (59) warga Klender, Jakarta Timur, berbagi kisah perjuangan mendapatkan pekerjaan dalam bursa kerja Karir Jakarta Expo 2026 di Jakarta Selatan.
Dominggu berusaha mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan melalui program beasiswa, sedangkan Jupri kembali melamar pekerjaan setelah kehilangan mata pencaharian tetap sejak 2023.
Keduanya menghadapi tantangan berbeda, mulai dari ketatnya persaingan lulusan baru hingga pembatasan usia dalam perekrutan tenaga kerja.
Kisah mereka disampaikan dalam rangkaian kegiatan bursa kerja yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (22/10/2026), sebagaimana dilaporkan pada Minggu (25/10/2026).
Pemuda Asal Papua Cari Pengalaman Kerja di Jabodetabek
Dominggu Balagaize merupakan pemuda asal Merauke, Papua Selatan, yang datang ke Jakarta melalui program beasiswa kerja sama Dinas Kesehatan Papua Selatan dan Kementerian Kesehatan.
Pemuda berusia 23 tahun tersebut merupakan lulusan Diploma III Teknisi Gigi yang kini berupaya memperoleh pekerjaan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
"Sebetulnya saya ke Jakarta untuk kuliah beasiswa. Kemarin baru lulus, sekarang tujuannya ingin kerja untuk mencari pengalaman baru, tidak harus terpaku pada jurusan kesehatan saja," kata Dominggu.
Ia mengaku telah mencoba mengirimkan lamaran pekerjaan secara daring dan mendapatkan panggilan dari sejumlah daerah.
Beberapa peluang pekerjaan yang diterimanya berasal dari Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Jawa Tengah.
Namun, Dominggu memilih memprioritaskan pekerjaan di sekitar Jabodetabek karena mempertimbangkan keinginan keluarganya.
"Orang tua belum mengizinkan jauh-jauh karena saya baru lulus. Makanya cari di Jabodetabek dulu. Nanti kalau sudah punya karier dan pekerjaan tetap, baru ada niat pulang ke Papua, karena biaya kembali ke sana juga tidak sedikit," katanya.
Dominggu mengakui persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat, termasuk bagi lulusan perguruan tinggi.
"Harapan saya, pemerintah bisa memberi peluang lebih besar bagi masyarakat kecil dan keluarga tidak mampu agar lebih mudah memperoleh akses pekerjaan," katanya.
Jupri Kehilangan Pekerjaan Setelah 25 Tahun Mengabdi
Sementara itu, Jupri, warga Klender, Jakarta Timur, tetap berusaha mencari pekerjaan meskipun telah berusia 59 tahun.
Pria asal Padang, Sumatera Barat, tersebut merupakan lulusan S1 Manajemen Informatika yang memiliki pengalaman kerja selama 25 tahun.
Sebelumnya, Jupri bekerja sebagai koordinator lapangan dan kantor di sebuah perusahaan pelabuhan.
Namun, pekerjaannya terhenti pada 2023 setelah perusahaan tempatnya bekerja tutup akibat kalah dalam proses tender.
Sejak kehilangan pekerjaan tetap, Jupri menjalani berbagai pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai dua anaknya.
Ia kemudian memutuskan mengikuti bursa kerja untuk mencari kesempatan kembali memperoleh penghasilan tetap.
Lamar Lebih dari 20 Perusahaan, Jupri Terkendala Faktor Usia
Dalam keikutsertaan pertamanya di bursa kerja, Jupri telah mengirimkan berkas lamaran secara digital kepada lebih dari 20 perusahaan.
Ia mendatangi berbagai stan perusahaan meskipun harus bersaing dengan ribuan pelamar yang sebagian besar berusia lebih muda.
Jupri menyadari peluang mendapatkan pekerjaan tidak mudah karena faktor usia kerap menjadi pertimbangan dalam proses perekrutan.
Meski demikian, ia tetap berupaya memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk kembali bekerja.
Pengalaman panjang di bidang koordinasi lapangan dan administrasi perkantoran menjadi bekal yang dimilikinya dalam mencari pekerjaan baru.
Pencari Kerja Minta Pemerintah Tinjau Batas Usia Rekrutmen
Jupri berharap pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, memberikan perhatian terhadap persyaratan batas usia dalam lowongan pekerjaan.
Menurutnya, kesempatan bekerja seharusnya tetap terbuka bagi masyarakat yang masih memiliki kemampuan dan produktivitas.
"Pesan saya untuk pemerintah, tolong jalur tenaga kerja dibuka seluas-luasnya, dan kalau bisa jangan ada batasan usia seperti di luar negeri. Selama masih mampu dan produktif, beri kesempatan yang sama," katanya.
Sementara itu, Dominggu berharap akses pekerjaan bagi lulusan baru dan masyarakat dari keluarga kurang mampu dapat diperluas.
Kisah kedua pencari kerja tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi masyarakat dari kelompok usia dan latar belakang pendidikan berbeda dalam memasuki pasar tenaga kerja.
- Penulis :
- Gerry Eka




