HOME  ⁄  Nasional

PT NSHE Bangun Tiga Jembatan Satwa di Batang Toru untuk Menjaga Konektivitas Habitat Primata

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PT NSHE Bangun Tiga Jembatan Satwa di Batang Toru untuk Menjaga Konektivitas Habitat Primata
Foto: PT NSHE membangun tiga jembatan arboreal baru di kawasan PLTA Batangtoru sebagai bagian dari upaya mendukung konektivitas habitat dan perlindungan satwa liar.

Pantau - PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) membangun tiga jembatan arboreal baru di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Sumatera Utara, untuk mendukung pergerakan satwa liar dan menjaga keterhubungan habitat di kedua sisi Sungai Batang Toru.

Ketiga jembatan tersebut menghubungkan kawasan habitat di sisi timur dan barat sungai sehingga diharapkan dapat menjadi jalur penyeberangan bagi primata yang beraktivitas di tajuk pepohonan.

Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari inisiatif Three Bridges, One Forest yang bertujuan mendukung perlindungan satwa liar di sekitar kawasan proyek pembangkit listrik.

Penambahan tiga jembatan membuat jumlah jembatan arboreal yang telah dibangun PT NSHE di kawasan proyek PLTA Batangtoru mencapai 14 unit.

Tiga Jembatan Baru Hubungkan Habitat di Dua Sisi Sungai

PT NSHE menyatakan ketiga jembatan arboreal baru dibangun melintasi Sungai Batang Toru untuk membantu satwa berpindah antarkawasan hutan.

Fasilitas tersebut dirancang sebagai jalur pergerakan bagi primata yang menggunakan tajuk pepohonan sebagai tempat beraktivitas.

Keberadaan jembatan diharapkan dapat mengurangi risiko yang dihadapi satwa ketika berpindah dari satu kawasan habitat ke kawasan lainnya.

Manager Lingkungan dan Biodiversitas PT NSHE Iqbal Nizar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi harus tetap mempertimbangkan kelangsungan ekosistem.

“Pada prinsipnya, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem di sekitarnya. Melalui penambahan jembatan arboreal ini, kami ingin mendukung tersedianya jalur pergerakan yang lebih aman bagi satwa primata, sehingga konektivitas habitat tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan PLTA Batangtoru,” ujar Iqbal.

Konektivitas Habitat Diharapkan Dukung Kelangsungan Satwa

Jembatan arboreal berfungsi mendukung jalur penyebaran satwa atau dispersal yang memungkinkan hewan berpindah antarkawasan hutan.

Jalur tersebut diharapkan membantu satwa menjangkau habitat baru serta berinteraksi dengan populasi lain.

Keterhubungan habitat juga berpotensi mengurangi risiko perkawinan sedarah dan persaingan sumber daya di antara populasi satwa.

Selain itu, konektivitas antarkawasan hutan dapat mendukung kemampuan satwa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

PT NSHE menyebut pembangunan tiga jembatan baru tersebut melengkapi 11 jembatan arboreal yang sebelumnya telah dipasang di sekitar proyek PLTA Batangtoru.

PT NSHE Lakukan Pemantauan Satwa Menggunakan Kamera

Selain membangun jembatan baru, PT NSHE melakukan pemeliharaan terhadap fasilitas penyeberangan satwa yang telah terpasang.

Perusahaan juga merawat kamera jebak atau camera trap yang digunakan untuk memantau keberadaan dan aktivitas satwa liar.

Perangkat tersebut membantu perusahaan mengidentifikasi jenis satwa yang terekam serta aktivitasnya pada titik pemantauan.

Data hasil pemantauan digunakan sebagai bahan evaluasi kondisi keanekaragaman hayati dan pengelolaan lingkungan di kawasan proyek.

“Konservasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan dan pemantauan secara berkelanjutan. Karena itu, jembatan arboreal dan kamera trap menjadi bagian dari upaya kami untuk memahami aktivitas satwa, mengevaluasi kondisi di lapangan, serta memastikan aspek perlindungan satwa dan habitatnya terus diperhatikan dalam kegiatan operasional perusahaan,” tambah Iqbal.

Pembangunan Jembatan Perhatikan Keselamatan dan Perlindungan Pohon

PT NSHE menyatakan pembangunan serta pemeliharaan jembatan arboreal dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik lokasi dan kondisi bentang alam.

Penentuan titik pemasangan juga memperhatikan perlindungan pohon, keselamatan kerja, serta prinsip konservasi keanekaragaman hayati.

Pertimbangan tersebut digunakan untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan pergerakan satwa sasaran.

Perusahaan menyebut upaya perlindungan habitat menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan dalam pengembangan PLTA Batangtoru sebagai proyek energi terbarukan.

Melalui inisiatif Three Bridges, One Forest, PT NSHE berupaya menjaga keterhubungan habitat satwa sekaligus melanjutkan pengembangan infrastruktur pembangkit listrik.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026