
Pantau - Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau pembangunan Jembatan Termanu dan Kapsali di Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan pada Sabtu (24/10/2026) sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memulihkan konektivitas dan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Maruli yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima TNI mengatakan pemerintah mengerahkan personel dan peralatan dalam jumlah besar untuk mempercepat penyelesaian pembangunan kedua jembatan.
“Presiden memerintahkan saya untuk mengerjakan jembatan ini,” kata Maruli dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Amfoang Barat Daya memperoleh akses transportasi yang lebih baik.
Maruli Kerahkan Personel dan Peralatan dari Jakarta
Maruli menjelaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan membutuhkan dukungan personel serta peralatan yang memadai.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah mengirimkan kapal yang membawa perlengkapan pembangunan beserta personel dari Jakarta menuju lokasi proyek.
Pengerahan tersebut dilakukan agar pekerjaan pembangunan jembatan dapat diselesaikan sesuai target.
“Kami kirim kapal dengan semua perlengkapan-perlengkapan, dan dengan personel-personel dari Jakarta untuk bisa menyelesaikan beberapa jembatan itu. Kami juga tambahkan lagi beberapa,” katanya.
Menurut Maruli, dukungan tambahan diberikan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah jembatan yang dibutuhkan masyarakat.
Pembangunan Jembatan Termanu dan Kapsali menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses transportasi di Kecamatan Amfoang Barat Daya.
Pemerintah Targetkan Jembatan Rampung pada Akhir 2026
Maruli berharap pembangunan kedua jembatan dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun sehingga segera dimanfaatkan masyarakat.
Ia bahkan menyampaikan harapan agar infrastruktur tersebut dapat menjadi hadiah Natal bagi warga Amfoang Barat Daya.
“Mudah-mudahan jembatan itu bisa menjadi hadiah Natal dari Presiden, dan dari kami semua buat bapak serta ibu sekalian,” ujarnya yang ditujukan kepada warga Amfoang Barat Daya.
Target tersebut menunjukkan keinginan pemerintah agar pembangunan dapat selesai menjelang perayaan Natal 2026.
Meski demikian, keterangan yang disampaikan belum memuat persentase kemajuan pembangunan maupun tanggal pasti penyelesaian kedua jembatan.
Pembangunan Jembatan Diharapkan Permudah Mobilitas Warga
Pembangunan Jembatan Termanu dan Kapsali diarahkan untuk memperbaiki konektivitas wilayah dan mempermudah aktivitas masyarakat setempat.
Ketersediaan infrastruktur penghubung menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian pemerintah dalam penanganan wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
Maruli menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga meminta masyarakat tetap yakin terhadap komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membantu warga.
“Yakinlah bahwa kami tidak akan pernah berhenti untuk membantu masyarakat,” katanya.
Pemerintah Juga Siapkan Dukungan Penyediaan Air Bersih
Selain pembangunan jembatan, pemerintah berencana mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Amfoang Barat Daya.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penyediaan air bersih bagi warga.
Maruli menyampaikan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga kebutuhan masyarakat lainnya.
Namun, belum ada rincian mengenai anggaran, lokasi, maupun jadwal pelaksanaan program penyediaan air bersih tersebut.
Pemerintah melalui BNPPDT diharapkan dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah perbatasan serta daerah terpencil.
- Penulis :
- Gerry Eka




