HOME  ⁄  Nasional

Musim Mas Rampungkan Program Lima Tahun di Aceh, Sebanyak 2.239 Petani Sawit Mendapat Pelatihan Berkelanjutan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Musim Mas Rampungkan Program Lima Tahun di Aceh, Sebanyak 2.239 Petani Sawit Mendapat Pelatihan Berkelanjutan
Foto: Smallholder farmers take part in a sustainability training session in Subulussalam, Aceh, Indonesia to promote good agricultural practices and responsible palm oil production.

Pantau - Perusahaan kelapa sawit Musim Mas menyelesaikan program pemberdayaan petani swadaya selama lima tahun di Kota Subulussalam, Aceh, dengan capaian pelatihan terhadap 2.239 petani di 48 desa untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung pencegahan deforestasi.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra rantai pasok, termasuk AAK, yang memberikan dukungan pendanaan dan kerja sama lainnya.

Berdasarkan keterangan perusahaan yang disampaikan pada Minggu (25/10/2026), kegiatan difokuskan pada peningkatan keterampilan petani, penerapan praktik perkebunan bertanggung jawab, literasi keuangan, dan pemantauan lingkungan.

Aceh menjadi salah satu wilayah prioritas karena sekitar 87 persen kawasan Ekosistem Leuser berada di provinsi tersebut.

Program Musim Mas Lampaui Target Pelatihan Petani Sawit

Selama lima tahun pelaksanaan, Musim Mas telah melatih 117 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pemerintah melalui pendekatan pelatihan untuk pelatih.

Para penyuluh tersebut kemudian bekerja bersama asisten lapangan Musim Mas untuk menjangkau 2.239 petani swadaya yang tersebar di 48 desa.

Capaian itu melampaui target awal program, yakni melatih 40 penyuluh dan menjangkau 1.000 petani.

Pelatihan mencakup praktik pertanian yang baik, pengelolaan kebun sawit, kesehatan tanah, pembuatan kompos, dan persiapan memenuhi persyaratan sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO).

Peserta juga memperoleh pembekalan literasi keuangan, keterampilan komunikasi, serta metode pembelajaran untuk memperkuat kemampuan penyuluh dalam mendampingi petani.

Sebanyak 82 Persen Petani yang Disurvei Terapkan Praktik Pertanian Baik

Program tersebut menerapkan prinsip Tanpa Deforestasi, Tanpa Gambut, dan Tanpa Eksploitasi (NDPE) dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan metode pengambilan sampel Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), sebanyak 82 persen petani swadaya yang disurvei telah menerapkan praktik pertanian yang baik di kebun mereka.

Musim Mas juga melaporkan peningkatan penerapan praktik perkebunan bertanggung jawab di 48 desa, termasuk dalam penggunaan sarana produksi dan pengelolaan hasil panen.

Selain itu, petani mendapat edukasi mengenai penggunaan layanan perbankan serta pencatatan pengeluaran sehari-hari.

Program Petani Swadaya Perempuan turut menjangkau lebih dari 200 peserta melalui pelatihan kesehatan, gizi, dan literasi keuangan.

Musim Mas dan AAK Dorong Keberlanjutan Rantai Pasok Sawit

Manajer Sustainable Multi-Oils AAK, Sengbee Ng, mengatakan kerja sama lintas rantai pasok diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk bekerja sama di seluruh rantai pasok guna mendukung petani dan mendorong praktik pengadaan yang bertanggung jawab. Dengan berinvestasi pada mata pencaharian petani swadaya, kami ikut membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Sengbee Ng.

Direktur Komunikasi dan Keberlanjutan Musim Mas, Olivier Tichit, menyebut kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan keberlanjutan industri kelapa sawit.

"Kolaborasi berperan penting mendorong kemajuan berkelanjutan di tengah kompleksitas rantai pasok. Program Petani Swadaya kami membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menjawab kebutuhan di lapangan dengan menyatukan berbagai pihak di sepanjang rantai pasok untuk menciptakan manfaat yang lebih besar. Kami bangga dapat menjalin kemitraan ini karena manfaatnya dirasakan langsung oleh petani swadaya dan pemerintah daerah," kata Olivier Tichit.

Model Pemberdayaan Petani Berpeluang Diperluas

Musim Mas menyatakan program di Subulussalam dapat menjadi acuan pengembangan pemberdayaan petani swadaya di wilayah pemasok kelapa sawit lainnya.

Pendekatan tersebut menggabungkan peningkatan kapasitas masyarakat, pemantauan berbasis data, dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan.

Meski program lima tahun telah berakhir, perusahaan dan mitranya menyatakan pentingnya melanjutkan pendampingan melalui pengembangan materi pelatihan dan penjajakan program lanjutan.

Musim Mas merupakan perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara dan telah bergabung dengan RSPO sejak 2004.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026